SuaraJogja.id - Tim ahli menerima delapan jenis sampel biologis milik Diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan (ADP) mulai dari otak, empedu, limpa, hati, ginjal, lambung, darah, dan urin.
Pemeriksaan toksikologi kematian pada organ-organ Arya Daru tersebut pun dilakukan. Tujuannya untuk mendeteksi keberadaan senyawa toksin, termasuk obat-obatan kimia, pestisida, arsenik, maupun narkoba.
Hasilnya, seluruh organ dan cairan tubuh Arya Daru memang tidak mengandung senyawa berbahaya seperti pestisida, arsenik, atau narkoba.
Namun, di otak korban ditemukan kandungan parasetamol. Kemudian pada ginjal, lambung, darah, dan urin terdeteksi CTM (chlorpheniramine) yang umumnya digunakan sebagai obat antihistamin.
Mengenai temuan obat-obatan tersebut, kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus angkat bicara. Menurutnya temuan obat itu merupakan hal yang wajar.
Meta tak merinci terkait dengan riwayat penyakit yang mungkin diderita oleh Arya Daru. Namun konsumsi obat-obatan itu dianggap sesuatu yang normal.
"Namanya orang yang sakit itu kan lumrah ya. Kadang kita pusing ya minum paracetamol, kadang kalau pas lagi sembelit ya obat sembelit dan lain sebagainya," kata Meta, dikutip, Rabu (30/7/2025).
Kesimpulan Polisi
Diketahui sebelumnya bahwa menurut keterangan Kombes Wira Satya Triputra selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, penyebab kematian Arya Daru adalah bunuh diri.
Baca Juga: 3 Jam di Rumah Duka, Komnas HAM Gali Informasi Kematian Diplomat Arya Daru: Ada Titik Terang?
"Indikator kematian ADP mengarah pada meninggal tanpa keterlibatan orang lain (bunuh diri)," ujar Wira di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
"Kami juga menyimpulkan belum ditemukan adanya peristiwa pidana," kata dia.
Berdasarkan pemeriksaan pemeriksaan labfor, tidak ditemukan adanya zat-zat berbahaya seperti racun dan narkoba yang ditemukan di tubuh jenazah diplomat muda itu.
Fakta lain yang diungkapkan oleh polisi, tidak ditemukan adanya sidik jari orang lain dari lakban yang membekap wajah Arya Daru.
Justru dugaan percobaan bunuh diri itu terungkap karena polisi menemukan adanya sidik jari yang identik dengan sidik jari korban pada lakban berwarna kuning tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
Terkini
-
Virus Nipah Belum Masuk Indonesia, Kemenkes Sebut Screening di Bandara Tetap Dilakukan
-
Harga Emas Meroket, Pakar Ekonomi UMY Ungkap Tiga Faktor Utama
-
Terjepit Ekonomi, Pasutri Asal Semarang Nekat Curi Puluhan Baterai Motor Listrik
-
BRI Perkuat Ekonomi Desa lewat Program Desa BRILiaN yang Telah Menjangkau 5.245 Desa
-
Ibu Ajak Anak Berusia 11 Tahun Bobol Stan Kamera di Mal Jogja, Kerugian Capai Rp145 Juta