SuaraJogja.id - Media sosial dihebohkan dengan dugaan penembakan di Lapangan Minggiran, Kota Yogyakarta. Peristiwa ini disebut berawal dari tuduhan pencurian senar layangan.
Informasi ini dibagikan oleh akun X @merapi_uncover. Berdasarkan narasi yang diunggah, peristiwa itu terjadi pada sore sekitar pukul 15.00 WIB tadi.
Dari lampiran video yang diunggah terlihat seorang pria tengah menunjukkan sejumlah luka.
"Sekitar pukul 15.00 WIB kejadian di lapangan Minggiran, dituduh nyolong senar layangan terus ditembak membabi buta," tulis akun itu dalam unggahannya, dikutip, Selasa (5/8/2026).
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Mantrijeron Polresta Yogyakarta AKP Kusnaryanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban diketahui merupakan pedagang layangan.
"Betul [peristiwa penembakan di Lapangan Minggiran] si korban jual layangan," kata Kusnaryanto saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Disampaikan Kusnaryanto, peristiwa bermula saat korban tengah berada di Lapangan Minggiran untuk berdagang layangan. Namun saat itu ia disebut kehilangan barang dagangannya.
Merasa ada barang dagangannya yang hilang, korban kemudian menuduh seorang anak sebagai pelaku pencurian.
"Intinya ada barang [dagangan] yang hilang terus nuduh anaknya si pelaku [penembakan] ini," ucapnya
Baca Juga: Jebakan Maut di Flyover, Pengendara Motor Jadi Korban Senar Layangan! Polisi: Ini Ancaman Berbahaya
Rupanya tuduhan itu tidak diterima oleh sang anak yang kemudian melaporkan korban ke ayahnya.
"Terus anaknya enggak terima dituduh mengambil barang dagangannya itu terus lapor bapaknya, bapaknya datang terus itu terjadi penembakan itu," ungkapnya.
Kusnaryanto mengatakan bahwa korban ditembak menggunakan senjata jenis airsoft gun.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.
"Korban masih di [Rumah Sakit] Pratama ini, yang laporan pihak keluarga," tandasnya.
Saat ini polisi telah mengamankan pelaku penembakan beserta barang bukti senjata yang digunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul