- Terjadi kecelakaan di sekitar Lendah, Kulon Progo
- Nahas korban yang merupakan nenek-nenek tewas
- Korban dilaporkan hendak menyebrang namun ditabrak motor yang melintas
SuaraJogja.id - Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Lendah, Kulon Progo, Minggu (7/9/2025) pagi.
Nahas seorang nenek berusia 70 tahun tewas dalam peristiwa itu.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menuturkan peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB.
Peristiwa terjadi di Jl. Sentolo-Cangaan, tepatnya sisi selatan Pasar Butuh.
Disampaikan Sarjoko, kecelakaan itu berawal saat motor yang dikendarai S melaju dari arah selatan menuju utara.
Namun sesampainya di TKP tiba-tiba ada pejalan kaki hendak menyebrang.
"Sesampainya di TKP, pejalan kaki dari arah selatan tiba-tiba menyeberang ke timur, karena jarak sudah dekat, pengendara tidak dapat menghindar sehingga terjadi tabrakan," kata Sarjoko, saat dikonfirmasi, Minggu.
Benturan itu membuat korban meninggal dunia di tempat.
Sementara pengendara segera dilarikan ke RS UII Pandak Bantul untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Jogja Siap Bebas Sampah Sungai! 7 Penghadang Baru Segera Dipasang di 4 Sungai Strategis
Adapun korban yang meninggal dunia diketahui berinisial seorang perempuan K (70) warga Lendah, Kulon Progo.
Berdasarkan keterangan, korban meninggal di tempat usai tertabrak sepeda motor Honda Vario.
"Korban meninggal dunia di tempat," ucapnya.
Sementara itu, pengendara Honda Vario seorang pria berinisial S (66) mengalami luka cukup serius akibat kecelakaan tersebut.
"Pengendara mengalami luka pada hidung yang mengeluarkan darah serta robek di tumit kaki kiri hingga mendapat tiga jahitan. Namun kondisinya sadar penuh," ungkapnya.
Tak hanya pengendara, pembonceng motor berinisial SK, perempuan 55 tahun yang juga warga Lendah, ikut mengalami luka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul