"Kalau yang kemarin cuma satu, dulu pernah ketemu sekali tiga itu pernah. Arca juga bahkan lebih besar, tingginya bahkan 120an [sentimeter] ada," ungkapnya.
"Kebetulan memang di wilayah saya itu arca seperti ini bukan hal yang awam lagi kan sudah sering ditemukan di daerah situ," tandasnya.
Meski begitu, hingga kini belum ditemukan struktur candi lain baik batuan maupun pondasi di sekitar lokasi.
"Kalau untuk struktur-struktur candi yang lain belum pernah. Cuma kalau untuk arca yang lain dulu sewaktu saya kecil zaman mbah saya itu sering menemukan hal-hal seperti itu," tambahnya.
Saat ini, Budi masih menunggu kajian mendalam dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) untuk tindaklanjut temuan-temuan arca di lokasi tersebut.
"Katanya mau dikaji ulang, karena ini temuan lepas, enggak ada struktur candi yang misalnya batu-batu candi atau pondasi itu belum," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga