- Muncul surat perjanjian kerjasama MBG yang kontroversial
- Dlam klausul muncul penerima manfaat dilarang mempublikasi ketika ada kasus dugaan keracunan
- Bupati Sleman, Harda Kiswaya belum mengetahui surat tersebut
SuaraJogja.id - Belum lama ini beredar surat perjanjian kerja sama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kerja sama itu tertuang dalam surat berkop Badan Gizi Nasional (BGN).
Di sana tertulis adanya perjanjian kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan penerima manfaat di Kabupaten Sleman.
Salah satu yang disoroti adalah poin perjanjian yang mengatur agar penerima manfaat tidak mempublikasikan dugaan keracunan makanan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengaku sama sekali tidak tahu menahu soal adanya surat tersebut.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tidak pernah dilibatkan sejak awal.
"Enggak ngerti [surat perjanjian itu] saya. Saya enggak ngerti. Enggak pernah tahu. Enggak ngerti, karena saya enggak pernah diajak bicara sama Mas Danang [wakil bupati] itu juga," kata Harda dikutip, Minggu (21/9/2025).
Disampaikan Harda, pihaknya tidak bisa memastikan apakah surat itu benar-benar beredar di seluruh sekolah atau hanya di Sleman.
Ia menuturkan, koordinasi antara pusat dan daerah semestinya bisa lebih terbuka agar program berjalan baik.
Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Yogyakarta Nyaris 1000 Anak, Sultan Akhirnya Buka Suara
"Saya kemarin sampaikan kepada teman BGN yang ke kantor tak undang itu. Mbok ayo diperbaiki. Daerah itu siap men-support bagaimana itu bisa berjalan baik," ungkapnya.
Harda menegaskan bahwa Pemkab Sleman tidak mengetahui secara resmi isi surat yang beredar itu, termasuk klausul poin ketujuh yang dinilai membatasi publikasi kasus dugaan keracunan.
Kendati demikian ia menilai hal itu bukan langkah tepat.
Menurut dia, evaluasi dari masyarakat justru penting untuk bahan berbenah.
"Ya, menurut saya enggak baik. Evaluasi itu kan bisa dari masyarakat. Bisa dari organisasinya itu yang dibentuk. Melalui unit-unitnya dan menurut saya, kalau dari masyarakat itu jauh lebih baik, karena murni. Tanpa tendensi apa pun,"
"Kita harus mengakui kalau ada kelemahan. Ya, harus kita perbaiki, kalau saya lho," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Viral Aksi Diduga Kejahatan Jalanan di Bantul, Dua Orang Diamankan Bawa Celurit
-
Atap Pasar Godean Rusak Diterpa Cuaca Ekstrem, Disperindag Sleman Pastikan Perbaikan Dimulai Besok
-
DIY Jadi Pilot Project Nasional, Lumbung Mataraman Terintegrasi Topang Program Makan Bergizi Gratis
-
Jaringan 7.500 Unit Kerja Jadi Kekuatan BRI Percepat Penyaluran KPR Subsidi
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!