- Beberapa wisatawan di Yogyakarta menjadi korban penipuan oleh oknum pemandu wisata mengaku resmi Keraton yang mengarahkan ke toko batik dan museum.
- Pelaku penipuan menginformasikan palsu bahwa Keraton tutup lalu memaksa korban membeli barang dengan harga tinggi di lokasi lain.
- Keraton Yogyakarta telah mengklarifikasi bahwa pelaku bukan petugas resmi dan sedang berkoordinasi untuk penindakan hukum lebih tegas.
SuaraJogja.id - Dugaan penipuan berkedok jasa pemandu wisata di sekitar Kraton Yogyakarta mencuat beberapa hari terakhir.
Dalam unggahan di sosial media (sosmed) yang viral, wisatawan kena scam oleh pemandu wisata yang mengaku dari Keraton Yogyakarta.
Dalam dua kejadian tersebut, wisatawan diarahkan masuk melalui pintu samping dan diberi informasi palsu bila Keraton tutup.
Mereka kemudian digiring ke museum kereta dan toko lukisan batik dan dipaksa membeli batik maupun kopi dari tempat-tempat tersebut.
Sebut saja akun TikTok @pakebatiktiaphari saat berkunjung pada Minggu, 31 Agustus 2025 lalu.
Ia datang khusus untuk melihat Kraton dan. Namun ojek daring menurunkannya di pintu samping, bukan di pintu utama tempat loket resmi berada.
Di lokasi itu, ia langsung didekati seorang pria berbaju batik yang mengaku pemandu resmi dari Keraton Yogyakarta.
Pria tersebut menyatakan Keraton sedang tutup untuk renovasi selama enam bulan, lalu menawarkan untuk mengantarnya ke Museum Wahana Rata dan sebuah galeri yang diklaim sebagai tempat Sultan biasa memesan lukisan batik.
Di galeri itu, dia diminta membeli lukisan dengan harga ratusan ribu. Narasi jual beli yang disampaikan pemandu mencurigakan karena lukisan bisa ditukar atau uangnya dikembalikan bahkan setelah 5–10 tahun.
Baca Juga: Kasus Penganiayaan Driver Ojol di Sleman: Massa Mengawal, Polisi Bergerak
Kasus serupa dialami akun @dinndinoo saat berkunjung pada 4 Januari 2024. Mereka diarahkan parkir dekat Museum Wahana Rata dan mengira loket di pintu samping adalah pintu utama.
Seorang pria mendatangi ayahnya dan menawarkan jasa pemandu. Keluarga itu kemudian diarahkan ke museum yang sama dan tidak dibawa masuk ke area utama Keraton seperti yang mereka bayangkan.
Keluarga itu juga diarahkan ke sebuah toko lukisan batik dan diberi penjelasan panjang. Mereka menghabiskan waktu hingga satu jam sebelum akhirnya membeli satu lukisan seharga sekitar Rp500.000.
Pihak Keraton Yogyakarta pun menyampaikan klarifikasi terkait kasus terebut. Nyi Raden Wedana Noorsundari, Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu (19/11/2025) menegaskan para pelaku bukan petugas resmi dari Keraton Yogyakarta. Karena itu pihaknya menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi resmi.
"Kami minta maaf karena ada pengunjung yang terkena scam yang di situ ada tulisannya Keraton. Hal ini sangat kami sesalkan karena memberikan citra buruk untuk pariwisata, baik di Keraton maupun Yogyakarta pada umumnya," ungkapnya.
Noorsundari menyampaikan, karena para pelaku bukan pegawai maupun pemandu resmi, Keraton langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Penghageng Nityabudaya di Keraton Yogyakarta GKR Bendoro, Mantri Pamongpraja, Polsek dan Koramil untuk membahas langkah penanganan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Prioritaskan Pelayanan Masyarakat, Pemkab Sleman Tak Berlakukan WFH Satu Hari Sepekan bagi ASN
-
Terkoneksi di Sleman, Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Resmi Tersambung Secara Fisik
-
Paradoks Pariwisata pada Libur Lebaran, Okupansi Anjlok Saat 1,9 Juta Wisatawan Berlibur di Jogja
-
Perkuat Gelar Pahlawan, Peneliti Temukan Sederet Bukti Pelanggaran Hukum terhadap Sultan HB II
-
Patehan: Legasi Budaya Minum Teh Ala Raja di Royal Ambarrukmo Yogyakarta