- Proyek film ambisius diadaptasi dari novel epik Minangkabau 'Tikam Samurai' karya Makmur Hendrik.
- Kisah Si Bungsu ini akan dikembangkan menjadi film aksi-drama dengan visi produksi berskala internasional.
- Pengembangan IP ini meluas ke animasi, komik, dan gim sebagai strategi penguatan warisan budaya Minang.
SuaraJogja.id - Industri film Indonesia bersiap menyambut sebuah proyek ambisius yang berangkat dari salah satu karya epik Minangkabau paling berpengaruh.
Adalah 'Tikam Samurai', novel berseri 10 jilid karya Makmur Hendrik, kini resmi bergerak menuju layar lebar dengan visi produksi bertaraf internasional.
Kisah legendaris tentang Si Bungsu, yang merupakan seorang pemuda Minang dalam menempuh jalan panjang demi menuntut keadilan itu mulai disiapkan sebagai sebuah film aksi-drama dengan potensi sinematik yang kuat.
Novel yang pertama kali terbit sebagai cerita bersambung di Harian Singgalang pada era 1970-an ini memiliki ruang visual yang luas.
Termasuk dalam mengeksplorasi lanskap Sumatera Barat pada masa pendudukan Jepang, konflik batin dan kehormatan, hingga perjalanan seorang tokoh muda yang membawa sebilah katana sebagai simbol luka sekaligus daya hidup.
Cornelio Sunny dari Bushi Bros Films, rumah produksi yang akan mengembangkan proyek ini, melihat kekuatan utama 'Tikam Samurai' justru pada kedalaman emosinya.
"Tikam Samurai bukan hanya kisah tentang balas dendam, tetapi tentang kehormatan, identitas, dan keberanian menjaga martabat. Cerita ini sangat kuat secara emosional dan visual, dengan potensi sinematik luar biasa," kata Sunny.
Belum lagi tentang nilai-nilai lokal Minangkabau, tema universal, serta kesadaran sejarah menjadi fondasi yang membuat kisah ini relevan bagi penonton internasional.
"Kami merasa terhormat mengembangkannya sebagai film berskala global dan memperkenalkan warisan budaya Minang kepada dunia," imbuhnya.
Baca Juga: Terinspirasi Kisah Nyata! Film Horor 'Dasim' Bongkar Cara Jin Dasim Hancurkan Rumah Tangga
Sejak 2022, PT Semesta Tikam Samurai telah mengembangkan semesta ceritanya sebagai Intellectual Property (IP) lintas medium. Tidak hanya film, kisah Si Bungsu juga disiapkan dalam format animasi, komik, gim, dan sejumlah platform hiburan lain.
Hal itu sebagai strategi penguatan IP lokal yang mampu bersaing secara global. Upaya ini melibatkan sejumlah tokoh yang mendorong lahirnya IP Indonesia berkelas dunia, termasuk Makmur Hendrik, Erik Hidayat, Josua Simanjuntak, dan Nayaka Untara.
Bagi Erik Hidayat, Co-Founder PT Semesta Tikam Samurai, adaptasi layar lebar ini adalah puncak dari perjalanan panjang.
"Kami percaya sinergi antara kreator, pelaku industri, dan dukungan pemerintah akan menjadi katalis lahirnya Intellectual Property Indonesia berkelas dunia," ujar Erik.
Erik bilang produksi film ini tentu sebagai ikhtiar untuk mengenalkan budaya Minangkabau ke dunia luas.
"Ini bukan sekadar produksi film, ini adalah ikhtiar budaya. From Minang to the World," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja
-
Permintaan Les UTUL UGM di Jogja Nyaris Setara UTBK, Edufio Jalankan Keduanya
-
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan
-
Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya
-
Soroti Isu Ketahanan Pangan, Ratusan Mahasiswa Lintas Kampus Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogja