- Dishub Sleman mencatat kebutuhan ideal PJU 17.488 titik, namun hanya 9.252 titik yang memenuhi standar teknis saat ini.
- Kebutuhan nyata perbaikan dan pembangunan PJU baru di ruas jalan diperkirakan mencapai 8.236 titik berdasarkan survei awal.
- Pemerintah Kabupaten Sleman berencana menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) mulai 2026.
SuaraJogja.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman mencatat masih ada ribuan titik yang belum terpasang penerangan jalan umum (PJU) secara optimal.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Heri Kuntadi, menuturkan bahwa berdasarkan pendataan terbaru, kebutuhan ideal PJU di ruas jalan Bumi Sembada mencapai 17.488 titik. Sementara yang terpasang baru 13.265 titik.
"Kalau survei terakhir sudah ada 13.265 titik," kata Heri, Rabu (10/12/2025).
Disampaikan Heri, bahkan kondisi di lapangan lebih kompleks. Sebab sebagian PJU yang ada tidak memenuhi standar teknis.
"Kondisinya banyak lampu yang bukan standar, ada yang ditempel di pohon, tembok, hanya kabel aja, dan itu perlu diganti dibangun baru," ungkapnya.
Heri menjelaskan setelah memisahkan antara lampu standar dan non-standar, kebutuhan riil jauh lebih besar dari angka awal. Dari total kebutuhan, hanya 9.252 titik yang memenuhi standar.
"Sehingga kami menghitung total dari 17.488 tadi dikurangi 9.252 yang sudah standar, itu butuh 8.236 titik, terdiri yang baru itu 7.096 titik, perbaikan 1.140 titik PJU," tuturnya.
Menurut dia, pembangunan PJU baru di ruas jalan akan mencapai lebih dari tujuh ribu titik. Namun data tersebut masih bisa berubah seiring survei lapangan yang belum selesai.
"Kalau pembangunan baru sekitar 7.096 titik. Data ini dinamis karena survei masih berjalan, masih dalam proses. Itu hanya untuk ruas jalan," tandasnya.
Baca Juga: 4 Link Spesial Saldo DANA Kaget Bikin Heboh Jogja: Kesempatan Cuan Rp129 Ribu di Depan Mata
Selain ruas jalan, Dishub Sleman juga tengah memetakan kebutuhan PJU di permukiman. Ia menyebut pendataan wilayah permukiman memerlukan detail lebih banyak sebelum penentuan titik dilakukan.
"Kalau permukiman sedang dipetakan," imbuhnya.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan PJU, Pemkab Sleman menyiapkan opsi kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Skema ini dinilai dapat menyelesaikan kekurangan PJU dalam waktu lebih cepat dibanding mengandalkan APBD.
Heri bilang setelah lelang dan kontrak rampung, investor bisa membangun seluruh titik yang dibutuhkan.
Ia menyebut arah kebijakan pembangunan PJU melalui KPBU akan difokuskan pada tahun 2026 dan masih diarahkan untuk ruas jalan kabupaten.
"Arah ke depan sepertinya KPBU 2026 masih mengarah ke ruas jalan. Permukiman belum, mengarahnya ke jalan kabupaten," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026