- Pekerja migran di Yogyakarta menunda mudik Idul Fitri karena kenaikan signifikan biaya transportasi selama musim Lebaran.
- Wibowo dan Didik memilih bekerja di Jogja saat libur untuk mencari tambahan penghasilan demi kebutuhan ekonomi mendesak.
- Keputusan tidak mudik diambil sebagai prioritas untuk menabung biaya pendidikan anak atau mengatasi keterbatasan finansial.
SuaraJogja.id - Di tengah euforia persiapan Idul Fitri yang identik dengan tradisi mudik, ada cerita lain yang tersembunyi di balik hiruk pikuk kota pelajar ini. Bagi sebagian pekerja di Yogyakarta, pulang kampung bukan lagi pilihan yang realistis.
Kenaikan harga tiket transportasi yang melambung tinggi, ditambah kondisi ekonomi yang masih tak menentu, memaksa mereka untuk menunda rindu pada keluarga demi menjaga dapur tetap mengepul. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, prioritas, dan perjuangan di balik gemerlap perayaan Lebaran.
Salah satunya adalah Wibowo (35), seorang pekerja swasta yang merantau di Yogyakarta. Tahun ini, ia terpaksa membatalkan niatnya untuk mudik ke Purbalingga, Jawa Tengah.
Keputusan berat itu diambil setelah berhitung cermat. "Setiap menjelang Idul Fitri harga tiket kereta biasanya naik cukup mahal, belum lagi harus antre untuk mendapatkannya," ujarnya dengan nada pasrah.
Bagi Wibowo, biaya mudik bukan hanya sekadar tiket kereta. Ia harus memperhitungkan pengeluaran tambahan seperti ongkos taksi online yang ikut melonjak drastis selama musim Lebaran.
"Biasanya tiket jadi lebih mahal, padahal saya membawa bayi dan banyak barang, jadi harus menggunakan taksi online juga kalau balik ke rumah," jelasnya, menggambarkan betapa rumitnya perjalanan mudik dengan keluarga kecil.
Tahun lalu, total biaya perjalanan pulang-pergi ke Purbalingga bisa mencapai sekitar Rp2 juta, belum termasuk oleh-oleh. Angka yang fantastis bagi seorang pekerja dengan penghasilan pas-pasan.
Maka, Wibowo memilih jalan lain. Ia akan tetap tinggal di Yogyakarta, memanfaatkan momen libur Lebaran yang ramai wisatawan untuk bekerja dan mencari tambahan penghasilan.
"Tahun ini pilih tidak mudik dan memilih tetap bekerja di Yogyakarta untuk mencari tambahan penghasilan. Semoga saja bisa mendapatkan rezeki dari ramainya kunjungan wisatawan ke Jogja saat libur Lebaran," harapnya, mencoba melihat peluang di tengah keterbatasan.
Baca Juga: Mimpi Ekspor IKM Jogja Terhambat Konflik Global: Antara Harapan dan Gigit Jari
Kisah serupa datang dari Didik (43), seorang pekerja bangunan yang sedang menggarap proyek di Yogyakarta. Surabaya, kampung halamannya, terasa begitu jauh dan mahal tahun ini.
"Biaya bus juga tinggi kalau menjelang Lebaran. Sementara gaji saya juga tidak pasti karena kerja proyek," paparnya.
Sebagai kepala keluarga dengan tiga anak, Didik harus memutar otak. Baginya, menabung uang untuk biaya pendidikan anak-anak jauh lebih mendesak daripada menghabiskan untuk mudik.
"Daripada habis untuk mudik, lebih baik uangnya ditabung untuk biaya sekolah anak," katanya tegas.
Selama libur Lebaran, Didik berencana tetap bekerja di proyek, bahkan siap mengambil lembur demi menambah pundi-pundi penghasilan.
"Kalau ada lembur ya saya ikut saja. Lumayan buat tambahan," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri