Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:58 WIB
Potret Sri Sultan HB II. (Twitter/@dinaskebudayaanjogja)
Baca 10 detik
  • Trah Sultan HB II akan selenggarakan Seminar Nasional di Jakarta untuk mematangkan pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
  • Acara tersebut direncanakan mengundang Presiden Prabowo Subianto dan Sultan HB X karena ikatan darah historis.
  • Seminar ini bertujuan merampungkan naskah akademik mengenai perlawanan Sultan HB II terhadap kolonialisme sebelum diajukan.

SuaraJogja.id - Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II bakal segera menggelar Seminar Nasional bertajuk 'Jejak Kepahlawanan Sri Sultan HB II'. 

Acara itu rencananya akan menghadirkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam satu panggung Seminar Nasional di Jakarta.

Hal ini sekaligus sebagai upaya terbaru dari pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II.

Saat ini pihak trah masih mematangkan rencana tersebut, termasuk waktu pelaksanaan.

Perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, menuturkan rencana kehadiran Prabowo bukan sekadar protokoler kepala negara. Pasalnya Presiden RI ke delapan itu diketahui memiliki ikatan darah (trah) langsung dengan Sultan HB II.

"Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan. Apalagi, beliau memiliki kedekatan historis sebagai bagian dari trah Sultan HB II," kata Fajar, Selasa (10/2/2026).

Seminar yang rencananya diselenggarakan secara hybrid di Jakarta, diinisiasi oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika ini dirancang sebagai langkah strategis untuk merampungkan naskah akademik. 

Sebagai salah satu syarat administrasi terakhir yang akan diajukan ke Kementerian Sosial RI.

Adapun Sultan HB II atau Raden Mas Sundoro tercatat dalam sejarah sebagai raja Jawa yang paling keras kepala dan konsisten menentang campur tangan kolonial. Baik dari Belanda (Daendels) maupun Inggris (Raffles).

Baca Juga: Indonesia Darurat Campak? Pakar UGM Ungkap Kunci Pengendalian di Tengah Lonjakan Kasus Suspek

Perjuangannya yang berujung pada pengasingan berkali-kali ke Pulau Pinang hingga Ambon dianggap telah memenuhi kriteria syarat UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

"Fokus utama (seminar nasional) adalah membedah konsistensi Raden Mas Sundoro dalam menentang kolonialisme, termasuk peristiwa Geger Sepehi 1812," ujarnya.

Fajar optimistis melalui sinergi naskah akademik yang kuat serta dukungan moral dari Presiden Prabowo dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, pengakuan resmi negara bisa terealisasi tahun ini.

"Kami menargetkan tahun 2026 ini gelar Pahlawan Nasional sudah bisa disematkan. Kami memohon doa restu agar sosok Raden Mas Sundoro segera mendapatkan tempat terhormat atas dedikasinya menjaga kedaulatan tanah Jawa," tegasnya.

Load More