- Dinas Pariwisata Sleman menargetkan 400 ribu pergerakan wisatawan selama libur Lebaran 1447 H (14-29 Maret 2026).
- Mayoritas wisatawan diprediksi berasal dari Jawa, mengunjungi destinasi utama seperti candi dan Lava Tour Kaliurang.
- Keselamatan diutamakan melalui uji petik wajib operator wahana alam dan kepatuhan pada arahan mitigasi bencana alam.
SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mulai mematangkan persiapan menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada periode libur Lebaran 1447 Hijriah. Pada periode libur tahun ini ditargetkan ada 400 ribu pergerakan wisatawan.
Berdasarkan data sejak awal tahun, pergerakan wisatawan di wilayah Sleman hingga 9 Maret 2026 telah menembus angka 955.748 pergerakan yang didominasi oleh wisatawan nusantara.
Pemerintah daerah optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga puncak masa liburan mendatang.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan target khusus untuk masa libur lebaran yang akan berlangsung selama 16 hari yakni sejak 14-29 Maret 2026.
"Selama periode tersebut diperkirakan akan ada 250.000 sampai dengan 400.000 pergerakan wisatawan di destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman," kata Kus, Kamis (12/3/2026).
Dinas Pariwisata Sleman memprediksi wisatawan asal Pulau Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, masih akan menjadi pasar utama yang memadati objek wisata unggulan.
Destinasi seperti candi yang dikelola PT TWC, wisata adrenalin Jip/Lava Tour, serta kawasan pegunungan Kaliurang diprediksi menjadi magnet utama bagi para pemudik dan pelancong.
"Pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman akan didominasi oleh pengunjung dari Pulau Jawa," ungkapnya.
Disampaikan Kus, rerata pembelanjaan wisatawan selama periode libur lebaran 2026 diperkirakan berkisar antara Rp500 ribu sampai dengan Rp1,5 juta.
Baca Juga: Lahan Pertanian Sleman Terus Menyusut, Pemkab Targetkan Batas Aman 10 Ribu Hektare
Empat komponen belanja seperti akomodasi, makan dan minum, tiket masuk obyek wisata, dan belanja oleh-oleh dan souvenir diperkirakan menjadi komponen terbesar dalam pembelanjaan wisatawan.
"Length of Stay selama periode libur lebaran 2026 diperkirakan berada pada kisaran 1,75 hari sampai dengan 2 hari," ucapnya.
Sedangkan okupansi hotel selama periode libur lebaran 2026 diperkirakan berada pada kisaran 45-60 persen.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama bagi Dinas Pariwisata Sleman. Terutama bagi operator wahana alam yang berisiko tinggi seperti di lereng Merapi.
Kus menegaskan pihaknya mewajibkan pelaksanaan kalibrasi dan uji petik keamanan secara berkala bagi pengelola jip wisata di Kawasan Kaliurang, Kaliadem, hingga Tebing Breksi guna menjamin keselamatan wisatawan dan karyawan.
Selain itu terkait upaya mitigasi, Kus mengingatkan seluruh pengelola untuk selalu waspada terhadap dinamika alam dan arahan instansi berwenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM
-
Baru 58 SPPG di Sleman Kantongi SLHS, 35 Dapur MBG Berhenti Sementara
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit