- Dinas Koperasi UMKM Sleman meniadakan Pasar Lebaran tahun ini karena kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
- Kepala Bidang Usaha Mikro mengonfirmasi bazar dan ekspo bagi UMKM, termasuk Pasar Lebaran, turut dibatalkan mulai Maret 2026.
- Pemkab Sleman mendorong masyarakat membeli produk lokal melalui gerakan belanja dan katalog digital sebagai solusi alternatif.
SuaraJogja.id - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sleman meniadakan kegiatan Pasar Lebaran pada ramadan tahun ini. Hal ini menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan dari pemerintah pusat.
Hal ini diakui Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih. Selain Pasar Lebaran, sejumlah kegiatan bazar dan ekspo pun turut ditiadakan.
"Sekarang tidak ada lagi momen-momen bazar atau ekspo bagi UMKM. Salah satunya adalah seperti Pasar Lebaran yang secara berkala setiap tahun di bulan Ramadan Kabupaten Sleman selalu mengadakan," kata, Sri, Senin (9/3/2026).
Yuyun, begitu ia akrab disapa, mengaku cukup menyayangkan kondisi ini. Pasalnya sejumlah kegiatan bazar atau ekspo UMKM tersebut selama ini menjadi ruang promosi dan penjualan bagi pelaku usaha lokal.
Ia bilang potensi pelaku usaha di wilayahnya sebenarnya sangat besar. Berdasarkan data terbaru, jumlah UMKM yang tercatat di Kabupaten Sleman mencapai lebih dari 110 ribu pelaku usaha dan sebagian besar merupakan usaha mikro.
"Berdasarkan dari satu data UMKM yang ada di Kabupaten Sleman, maka saat ini sudah ada 110.889 pelaku usaha yang terdaftar. Mayoritas itu adalah pelaku usaha mikro karena jumlahnya ada 110.704," ujarnya.
Kendati demikian, Yuyun memastikan sejumlah program fasilitasi bagi UMKM di daerah tetap harus disesuaikan.
Sebagai alternatif untuk tetap mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha lokal, Pemkab Sleman kini mendorong gerakan belanja produk UMKM oleh masyarakat.
Hal itu diperkuat dengan penerbitan Surat Edaran (SE) Bupati tentang gerakan Borong Bareng Produk UMKM Sleman.
Baca Juga: Pakar Hukum UI Sebut Kasus Dana Hibah Pariwisata Tidak Bisa Jerat Sri Purnomo, Ini Penjelasannya
Lebih jauh, ditekankan Yuyun bahwa keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Melainkan juga dukungan masyarakat secara luas untuk membeli produk lokal.
"Jadi sebagus apa pun, sebanyak apa pun program dan kegiatan yang kita fasilitasi untuk mereka, kalau kemudian tidak ada komitmen dari kita bersama untuk melarisi pelaku usaha, ya tidak akan berkembang, tidak akan berdaya," tegasnya.
Dalam hal ini, pihaknya telah menyiapkan katalog digital yang memuat berbagai produk UMKM dari tiap kapanewon. Melalui katalog tersebut, masyarakat dapat dengan mudah melihat dan membeli produk lokal sesuai kebutuhan.
Ia menambahkan, setiap wilayah di Sleman memiliki produk unggulan yang berbeda. Dengan adanya katalog digital tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menemukan berbagai produk khas daerah, mulai dari olahan salak, mete, hingga bakpia produksi UMKM setempat.
"Harapannya masyarakat akan membeli. Tagline-nya adalah menjadi pelaku usaha atau pebisnis yang sukses tidak maju sendiri, tetapi maju bersama," ucapnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Ekuitas BRI Mencapai Rp330,9 Triliun di Tengah Pembagian Dividen
-
Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
-
Diseret ke Isu Lain, Kuasa Hukum Sri Purnomo: Tanpa Bukti di Sidang, Itu Bukan Fakta Hukum
-
Polresta Sleman Selidiki Teror Order Fiktif Ambulans dan Damkar, Nomor Pelaku Terdeteksi di Sumut
-
Ada Bahasa Isyarat di Balik Harumnya Tembakau, Kisah Perjuangan Difabel Menembus Dinding Stigma