- Polresta Sleman menyelidiki kasus order fiktif terhadap layanan ambulans dan Damkar di Kabupaten Sleman yang viral baru-baru ini.
- Modus laporan palsu tersebut diduga digunakan oleh penagih utang pinjaman online untuk meneror target korban di lokasi tertentu.
- Hasil pelacakan digital oleh kepolisian mendeteksi bahwa pelaku yang melakukan peneleponan gelap tersebut berada di wilayah Sumatera Utara.
SuaraJogja.id - Polresta Sleman bergerak menindaklanjuti kasus order fiktif yang menyasar layanan ambulans dan Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Kabupaten Sleman. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, pelaku terdeteksi berada di Sumatera Utara.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Adhitya Panji Anom mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan langsung dari lapangan untuk memastikan kronologi kejadian yang sempat viral di media sosial tersebut.
"Terkait informasi yang beredar, Polresta Sleman sudah menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan langsung kepada driver ambulans dan ke Kantor Damkar Kabupaten Sleman serta meminta keterangan dari para saksi," kata Adhitya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
Kepolisian membenarkan bahwa laporan palsu tersebut tidak hanya menyasar ambulans, tetapi juga layanan Call Center Damkar Sleman. Dalam laporan fiktif itu, petugas Damkar diminta melakukan evakuasi hewan di pemukiman warga.
"Dari hasil penyelidikan awal, benar terdapat laporan masuk ke call center Damkar terkait permintaan evakuasi ular di wilayah Condongcatur. Namun setelah petugas datang ke lokasi, diketahui bahwa laporan tersebut tidak benar (fiktif)," tuturnya.
Aksi itu serupa yang diterima oleh relawan ambulans. Ia menyebut modus tersebut digunakan untuk menagih utang pinjol kepada seseorang.
"Sama halnya yang terjadi kepada driver ambulans dan diduga digunakan sebagai modus oleh pihak debt collector (DC) untuk menagih utang pinjaman online kepada seseorang," imbuhnya.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman teknis untuk melacak identitas dibalik penelepon gelap tersebut. Berdasarkan hasil pelacakan digital, polisi menemukan titik koordinat keberadaan nomor telepon yang digunakan oleh terduga pelaku.
"Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk penelusuran terhadap nomor telepon yang digunakan pelaku, yang terdeteksi berada di wilayah Sumatera Utara," ungkapnya.
Baca Juga: Miris, Literasi Keuangan Rendah, Penerima Bansos di Jogja jadi Korban Judi Online dan Pinjol
Sejauh ini, pihak kepolisian belum melakukan penangkapan terhadap siapapun. Polresta Sleman masih fokus mengumpulkan bukti-bukti digital dan keterangan tambahan.
"Untuk sementara, belum ada pihak yang diamankan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kenaikan Harga Pertamax Picu Efek Domino, Akademisi Desak Pemerintah Evaluasi Subsidi BBM
-
Baru 58 SPPG di Sleman Kantongi SLHS, 35 Dapur MBG Berhenti Sementara
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit