- Perusahaan pinjol di Yogyakarta melakukan order fiktif evakuasi ular kepada petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman pada Kamis (23/4/2026).
- Aksi order fiktif tersebut mengganggu pelayanan publik serta berpotensi dikenai jeratan pidana oleh pihak Polresta Sleman saat ini.
- Polresta Sleman kini sedang menelusuri kasus tersebut dan mengimbau korban lain untuk segera melaporkan kejadian serupa ke kepolisian.
SuaraJogja.id - Aksi order fiktif yang dilakukan oleh perusahaan pinjaman online (pinjol) di Yogyakarta tidak hanya diterima oleh relawan ambulans. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman pun turut mendapat orderan serupa.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan. Ia menyebut bahwa laporan fiktif yang diterima adalah soal evakuasi ular.
"Untuk rekan-rekan damkar memang dari Sleman. Nggih (benar laporan ular fiktif) laporan dengan kondisi lapangan berbeda," kata Indra, dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).
Ia mengaku prihatin dengan kejadian semacam ini. Apalagi dengan aksi teror ini sangat potensi mengganggu pelayanan ke masyarakat.
"Sangat prihatin sekali. Kok sampai digunakan hal-hal yang tidak pada tugasnya," ucapnya.
Sementara itu, Polresta Sleman menyebut tengah melakukan penelusuran terkait kasus orderan fiktif yang diterima ambulans.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan bahwa melakukan penipuan atau dalam hal ini mengerjai ambulans dapat dikenai pidana.
"Pastinya ada (pidana) Ditunggu saja pasal yang diterapkan penyidik besok jika sudah ada rilis (kasus)," kata Argo.
"Tindak lanjut dari Humas Polda yang melakukan patroli medsos. Sementara ini di tangani dulu oleh Satreskrim Polresta Sleman," imbuhnya.
Baca Juga: Investasi Bodong di Jogja Terbongkar: 8 WNA Mengaku Miliarder, Padahal Cuma Kelola Warung Kecil
Argo mendorong pihak-pihak lain yang mengalami kejadian serupa untuk tidak ragu melapor ke kepolisian.
"Jika mengalami hal serupa, silakan melaporkan kepada kepolisian," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata