- Penutupan Jembatan Kewek sejak 10 Desember 2025 menguntungkan 230 pedagang dan 60 juru parkir di Menara Kopi Kotabaru, Yogyakarta.
- Rekayasa lalu lintas akibat penutupan memaksa bus wisata mencari jalur alternatif menuju kantong parkir Menara Kopi.
- Pedagang Menara Kopi berharap pemerintah menertibkan parkir liar agar kantong parkir resmi dapat ramai secara berkelanjutan.
SuaraJogja.id - Di tengah kekhawatiran menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), secercah harapan justru datang dari peristiwa yang tak terduga.
Bagi ratusan pedagang dan juru parkir (jukir) di Menara Kopi Kotabaru, Yogyakarta, penutupan Jembatan Kewek sejak Rabu (10/12/2025) bukanlah musibah, melainkan berkah yang lama dinanti.
Selama berbulan-bulan, asa mereka nyaris padam. Sejak direlokasi dari Tempat Parkir Khusus (TKP) Abu Bakar Ali pada Juni 2025, kehidupan di Menara Kopi terasa sunyi.
Banyak pedagang bahkan hanya membuka lapak untuk sekadar memastikan lokasi itu tidak mati suri.
Agil Suhariyanto, Wakil Ketua Paguyuban Keluarga Besar ABA, menggambarkan betapa beratnya perjuangan mereka.
Di lokasi baru, 230 pedagang dan 60 jukir menggantungkan hidup pada arus wisatawan yang tak kunjung deras.
"Pada hari-hari biasa kami datang hanya untuk memastikan tempat itu belum sepenuhnya ditinggalkan," jelas Agil, Jumat (12/12/2025).
Kondisi itu berbanding terbalik saat mereka masih di TKP ABA, di mana minimal 20 bus wisata datang setiap hari. Di Menara Kopi, pada akhir pekan saja mereka hanya kedatangan 10–15 bus, sementara hari biasa nyaris tanpa aktivitas.
"Kalau bukan karena warga dan pedagang lain, mungkin saya sudah menyerah," ujarnya lirih.
Baca Juga: Target Wisata Sleman Saat Libur Nataru Turun, Dispar Pasang Proyeksi Lebih Realistis
Namun, takdir berkata lain. Penutupan Jembatan Kewek yang kritis mengubah total peta pergerakan wisatawan. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah memaksa bus-bus pariwisata dari arah timur mencari jalur alternatif.
Doni Rulianto, ketua pengelola Menara Kopi, menjelaskan bahwa portal pembatas tinggi di jalur Kridosono membuat bus tidak bisa melintas. Akibatnya, kendaraan besar itu kini diarahkan melalui jalur barat dan utara, yang muaranya tepat di kantong parkir Menara Kopi.
"Biasanya bus itu memang paling banyak masuknya dari arah barat. Nah sejak Kewek ditutup, jalur itu makin jadi satu-satunya. Jadi justru mulai muncul kehidupan lagi di lokasi ini," ungkap Doni.
Perubahan itu terasa signifikan. Jika sebelumnya mereka harus menunggu akhir pekan untuk melihat keramaian, kini denyut ekonomi mulai terasa bahkan di hari kerja. Pada Kamis (11/12/2025) saja, tercatat ada 17 bus pariwisata yang masuk.
"Biasanya kan cuma belasan. Ada perkembangan yang cukup terasa," tambahnya.
Meski asa kembali menyala, perjuangan belum usai. Agil menyoroti masalah lama yang tak kunjung tuntas: parkir liar. Menurutnya, kantong-kantong parkir resmi seperti Menara Kopi akan selalu ramai jika pemerintah tegas menertibkan parkir ilegal yang masih marak di beberapa titik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit
-
Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya