- DIY diprediksi alami lonjakan 5,15 juta wisatawan saat Nataru 2025/2026, memicu peningkatan risiko kemacetan dan kecelakaan.
- Dishub DIY memetakan banyak titik rawan kecelakaan dan kemacetan tersebar di jalur nasional, ring road, dan koridor wisata.
- Puncak pergerakan diprediksi terjadi 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, diikuti arus balik 4 Januari 2026.
Ruas Yogyakarta–Prambanan yang menghubungkan DIY dengan Jawa Tengah juga masuk daftar perhatian. Titik rawan berada di SP 3 Maguwo, SP 3 Bandara, SP 3 Raden Ronggo, SP 4 Kalasan, dan SP 3 Prambanan.
"Jalur ini kerap dipadati kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga bus pariwisata yang membawa wisatawan menuju kawasan Candi Prambanan dan sekitarnya," ungkapnya.
Di Gunungkidul, kerawanan lalu lintas terpetakan di Ruas Piyungan–Patuk, Siyono, Semin–Ponjong, dan Semin–Klaten. Ruas-ruas tersebut menjadi akses utama menuju kawasan wisata alam sekaligus jalur distribusi masyarakat lokal.
Sementara di wilayah barat DIY seperti di Kabupaten Kulon Progo, ruas Congot, Temon, Troyan, Pengasih, dan Nanggulan masuk kategori rawan. Sebab ruas tersebut menjadi penghubung DIY–Purworejo serta kawasan penyangga bandara dengan lalu lintas kendaraan berat yang cukup tinggi.
Di Ruas Yogyakarta–Wates–Pasar Gamping, titik rawan tercatat di SP 4 Pasar Hewan, SP 4 Sedayu, SP 3 Sentolo, SP 3 Milir, dan SP 3 Nyi Ageng Serang.
Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan kendaraan, Dishub DIY akan mengoperasikan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru. Posko ini difungsikan untuk memantau pergerakan lalu lintas, operasional transportasi umum.
"Posko memantau potensi kepadatan di titik-titik strategis dan kawasan wisata," ungkapnya.
Setelah libur panjang berakhir, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026, seiring dimulainya kembali aktivitas kerja dan sekolah serta meredanya arus wisata. Karenanya Erni mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mengedepankan keselamatan selama perjalanan.
"Pengemudi diharapkan mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, menjaga kecepatan sesuai batas, serta menghindari penggunaan ponsel saat berkendara," imbuhnya.
Baca Juga: Wali Kota Jogja Ungkap Rahasia Pengelolaan Sampah Berbasis Rumah Tangga, Mas JOS Jadi Solusi
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM