- Banjir di Sumatera Utara dan Aceh menyebabkan kerusakan parah, menghilangkan mata pencaharian orang tua mahasiswa perantau di Yogyakarta.
- Mahasiswa terdampak kesulitan biaya hidup dan kuliah, mengandalkan bantuan kampus seperti kupon makan gratis untuk bertahan.
- Pemda DIY memberikan bantuan biaya hidup Rp300 ribu selama enam bulan dan kampus menawarkan keringanan UKT bagi 1.296 mahasiswa.
SuaraJogja.id - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang ketahanan ekonomi keluarga para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.
Di Yogyakarta, sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus membagikan cerita tentang sawah yang tenggelam, rumah yang terendam lumpur, hingga orang tua yang kehilangan mata pencaharian jadi akibat banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Mereka dengan terpaksa kini harus berusaha bertahan di tengah keterbatasan.
Sebut saja Bintang Zahara Surbati, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) asal Sumatera Utara, mengungkapkan keluarganya selamat dari bencana. Namun, banjir meninggalkan dampak mendalam pada kehidupan ekonomi keluarga.
Sawah dan kebun yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian orang tuanya hilang terendam banjir. Kini dia dan keluarganya tak memiliki apapun untuk bisa bertahan hidup
"Semua sumber mata pencarian orang tua, seperti sawah dan kebun. Hilang semua, kelelep banjir," papar Bintang usai mendapatkan bantuan hidup dari Pemda DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (22/12/2025).
Pada hari-hari awal setelah banjir, keluarga Bintang tidak bisa langsung kembali beraktivitas. Selama hampir satu pekan, mereka fokus memulihkan diri dan mengungsi di rumah saudara yang tidak terdampak.
"Seminggu sebelumnya setelah banjir itu memang pemulihan diri dulu, terus nggak bisa ngapain-ngapain karena mengungsi di tempat saudara," katanya sembari menangis.
Komunikasi dengan keluarga masih bisa dilakukan meski dalam situasi darurat. Menurut Bintang, kondisi kelistrikan di Sumatera Utara tidak lumpuh total.
Namun, dampak ekonomi langsung dirasakan Bintang sebagai mahasiswa perantau. Ia mengaku kini tidak bisa menerima kiriman uang dari orang tua.
Baca Juga: Hadirkan Perumahan Mewah di Tengah Kota Yogyakarta, Nirwana Villas Malioboro Pastikan Legalitas Aman
“Dua hari setelah banjir itu merendah. Untuk listrik pemadamannya nggak terlalu lumpuh total, ada beberapa titik yang masih bisa untuk mengabari. Ini kan berat, nggak dapat uang dari orang tua," ucapnya.
Dalam kondisi tersebut, bantuan dari kampus menjadi penopang utama untuk bertahan hidup. Kampus memberikan bantuan berupa kupon makan gratis yang dapat ditukarkan di kantin. Setiap pekan, mahasiswa terdampak mengambil kupon untuk kebutuhan makan selama satu minggu ke depan.
"Kampus memberikan kupon untuk makan gratis di kantin. Jadi setiap Senin kami ambil kupon untuk seminggu ke depan," ujarnya.
Meski kebutuhan makan terbantu, persoalan lain masih membayangi. Biaya tempat tinggal menjadi beban paling berat karena lokasi kos yang dekat dengan kampus membuat biayanya relatif mahal.
Selain itu, biaya perkuliahan juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Apalagi ujian akhir semester sudah semakin dekat.
"Yang paling berat itu kos, dan biaya perkuliahan karena sebentar lagi sudah mau UAS," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!