- Yogyakarta mengalami lonjakan wisatawan signifikan menjelang akhir tahun, menyebabkan kemacetan parah di ruas jalan utama.
- Dinas Perhubungan mencatat 700 ribu kendaraan masuk kota, dengan prediksi total 9,38 juta wisatawan di seluruh DIY.
- Wisatawan memilih Yogyakarta karena biaya liburan dianggap terjangkau, mendorong KAI Commuter menambah jumlah perjalanan kereta.
SuaraJogja.id - Menjelang akhir tahun, Yogyakarta semakin dipadati wisatawan. Sejumlah ruas jalan terutama di destinasi wisata mengalami kemacetan panjang dengan deretan kendaraan berplat luar daerah hingga memunculkan frasa Satu Indonesia ke Jogja.
Tak hanya wisatawan yang berasal dari daerah sekitar Yogyakarta yang memilih Kota Gudeg ini untuk menghabiskan akhir tahun. Wisatawan luar Jawa pun berbondong-bondong masuk kota ini.
Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mencatat, kendaran yang masuk ke simpang masuk Kota Yogyakarta mencapai 700 ribu kendaraan. Angka ini jauh dari hari-hari biasa sekitar 125 ribu kendaraan.
Bahkan diprediksi ada lebih dari 7 juta wisatawan yang berlibur di Kota Yogyakarta selama ini. Bila ditambah dengan kabupaten lain di DIY, jumlah wisatawan yang masuk ke propinsi ini mencapai 9,38 juta orang.
Bukan tanpa sebab, sejumlah wisatawan mengaku Yogyakarta memang jadi destinasi favorit untuk berlibur tahun ini alih-alih ke daerah lain seperti Bandung, Solo bahkan Bali sekalipun.
Sebut saja Dita, wisatawan asal Jakarta yang berlibur bersama keluarganya di Yogyakarta selama sepekan kedepan. Membawa suami dan anaknya, dia mengaku menyiapkan budget sekitar Rp 5 juta untuk berlibur.
"Jogja itu murah banget dari pengalaman beberapa kali kesini, harganya nggak ngotak murahnya, beda banget sama Jakarta," ujarnya di Yogyakarta, Jumat (26/12/2025).
Anggaran Rp 5 Juta itu, menurut karyawan swasta ini dirasanya cukup untuk bisa bersenang-senang di Yogyakarta. Jauh-jauh hari dia sudah mem-booking atau sewa hotel dengan harga Rp 300 ribu per hari selama seminggu.
Sisanya dia bisa memanfaatkan budget liburan untuk makan, transportasi bahkan oleh-oleh. Hal itu mencukupi karena harga makan di warung maupun tiket masuk destinasi wisata dianggapnya cukup murah.
Baca Juga: 7 Wisata Populer di Bantul yang Cocok Dikunjungi saat Libur Natal dan Tahun Baru 2025
"Kita makan bertiga sehari sekitar Rp 200 ribu, ya makan di warung-warung biasa, nggak harus resto mahal. Itu cukup banget. Untuk ke wisata, tiket ada yang Rp 10 ribu, ini nggak mungkin bisa kami dapat di kota lain seperti Bandung atau Bali, disana makan saja mahal," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Evie, warga Klaten yang sengaja berlibur ke Yogyakarta. Meski dekat dengan kotanya, perbedaan atmosfir wisata membuatnya memilih berlibur ke kota ini alih-alih ke Solo yang lebih dekat dari rumahnya.
"Pilih jogja karena disini semua ada, murah-murah lagi. Cukup bawa motor atau naik KRL (Commuter Line-red), bisa liburan lama disini dengan budget yang tidak besar," paparnya.
Yogyakarta, lanjut Evie juga terbilang aman untuk berwisata meski dia mengalami kemacetan di jalan selama berlibur beberapa hari terakhir. Dia tidak lagi melihat banyak sampah seperti tahun lalu, cuaca Yogyakarta yang masih cukup bersahabat juga membuatnya betah berlama-lama untuk sekedar nongkrong di Malioboro.
"Kalau hujan [jogja] juga tidak sampai banjir seperti di Bali, yang pasti suasana yang syahdu tidak didapat di kota lain," paparnya.
Untuk sekali makan, ia mengaku hanya menghabiskan Rp 20-30 ribu di kota ini. Tinggal pintar-pintar memilih warung yang harganya ramah di kantong.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup
-
Tak Punya Anggaran, Sektor Kebudayaan Jogja Ikut Tergerus, TBY Pangkas Event dan Kurator
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan