- Aktivitas wisata jip di lereng Gunung Merapi melonjak signifikan selama libur Nataru 2024/2025, naik hampir 50% dari hari biasa.
- Ketua AJWLM memperkirakan total kunjungan mencapai belasan ribu orang, didominasi rombongan keluarga dari Pulau Jawa.
- Peningkatan ini didukung kesiapan 1.500 unit armada serta pemandu wisata yang telah melalui pembekalan keselamatan.
SuaraJogja.id - Aktivitas wisata jip di kawasan lereng Gunung Merapi kembali menggeliat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Jumlah kunjungan wisatawan tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Dardiri, mengatakan lonjakan kunjungan sudah mulai terlihat sejak akhir pekan pekan lalu dan terus meningkat hingga saat ini.
Disampaikan Dardiri, dibandingkan dengan hari biasa, jumlah wisatawan yang menggunakan jasa jip wisata mengalami kenaikan cukup tajam. Tercatat bahkan hampir melebihi separuh dari kondisi normal.
"Kunjungan naik terus seminggu ini. Naiknya hampir 50 persen. Rata-rata per hari 3 kali, hampir semua [armada] tinggal dikalikan saja," kata Dardiri, Jumat (26/12/2025).
Berdasarkan catatan AJWLM, saat ini terdapat sekitar 1.500 unit jip wisata. Ia bilang mayoritas armada yang ada itu beroperasi setiap hari.
Bahkan rata-rata dalam satu hari saja, sebagian besar jip melakukan tiga kali perjalanan wisata.
Ia memperkirakan total kunjungan wisatawan selama periode Nataru mencapai belasan ribu orang. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mengalami penurunan.
"Rata-rata kunjungan itu 17-18 ribu sampai saat ini. Jadi lumayan. Kemarin kan kita ada penurunan hampir ya 50-an persen kemarin itu," ucapnya.
Dardiri bilang, wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah. Kunjungan masih didominasi oleh keluarga dan rombongan dari Pulau Jawa.
Baca Juga: Pastikan Keamanan Ibadah Natal 2025, Polda DIY Sterilisasi Puluhan Gereja
"Ini yang berdatangan dari mana-mana Jawa Barat ada tapi kebanyakan keluarga. Rombongan ya ada tapi masih Jawa Tengah, Jawa Timur, kebanyakan itu," jelasnya.
Dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya, kunjungan wisata jip Merapi tahun ini dinilai lebih baik. Hal tersebut tidak lepas dari peningkatan kesiapan armada yang dilakukan secara bertahap oleh para pelaku wisata.
Tidak hanya kesiapan secara armada, kata Dardiri, kesiapan sumber daya manusia terutama para driver dan pemandu wisata pun turut ditekankan.
Hal ini untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama berwisata di lereng Merapi. Sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman yang baik selama berkunjung.
"Jadi sebelum nataru kita gembleng semua, para driver ini. Selesai ramp check semua driver SDM juga dipersiapkan. Jangan sampai ada yang accident, bawa tamu bahagia karena ke sini mau senang-senang dan pulang punya cerita," ucapnya.
AJWLM memprediksi lonjakan kunjungan masih akan berlangsung hingga awal Januari 2025, seiring masih berjalannya masa libur sekolah dan tahun baru.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda