- Obesitas sentral berisiko lebih tinggi dibandingkan obesitas umum; penilaiannya menggunakan lingkar perut di atas 90 cm.
- Lemak perut terkait sindrom metabolik seperti tekanan darah tinggi dan gula darah abnormal, meningkatkan risiko penyakit kronis.
- Penanganan obesitas sentral memerlukan perubahan pola pikir jangka panjang serta perbaikan pola makan dan aktivitas fisik.
Setelah itu, barulah pola makan diperbaiki sesuai usia dan kebutuhan tubuh, dengan mengurangi gula, garam, dan lemak serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur.
"Mindset yang harus dibangun adalah ini 'turning point saya, saya mau berubah.' Kalau nggak ada ini, mau sebagus apa pun programnya tidak akan masuk," tegasnya.
Lebih lanjut, Mirza menyampaikan bahwa pada usia muda, metabolisme yang masih baik memungkinkan berat badan terkoreksi lebih cepat ketika pola makan dan aktivitas fisik diperbaiki.
Namun pada usia di atas 40 tahun, metabolisme melambat sehingga diperlukan strategi tambahan seperti pengaturan jendela makan atau Intermitten Fasting (IF).
Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap intervensi harus bersifat personal dan didampingi tenaga profesional. Pasalnya kondisi kesehatan setiap individu berbeda.
Terakhir, Mirza menyampaikan bahwa tanpa perubahan gaya hidup yang konsisten, kondisi ini dapat berkembang menjadi berbagai penyakit kronis yang mengancam kualitas hidup.
"Apa yang kita investasikan ke dalam tubuh kita hari ini, itulah yang akan kita tuai sebagai penyakit atau kesehatan di masa depan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Wujudkan Mobil Impian, BRI KKB Expo 2026 Tebar Promo Suku Bunga Mulai 1,81 Persen
-
Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI
-
Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa
-
ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional
-
Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA