Situasi ini sering kali membuatnya merasa terjepit, terutama ketika harus mengambil keputusan dengan cepat.
Muhammad Aliyul Himam Archam menemukan beberapa solusi praktis untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Ia mulai dengan membuat jadwal bulanan yang jelas.
"Saya mencatat dan mengatur jadwal kerja dalam satu tempat. Ini membantu saya melihat kapan harus fokus belajar dan kapan bisa bekerja," ujarnya. Saat di tempat kerja, ia memanfaatkan waktu istirahat untuk mengerjakan tugas.
"Saya sering menggunakan waktu istirahat yang satu jam itu untuk mencicil tugas. Setelah pulang kerja, saya tinggal melanjutkan apa yang sudah saya kerjakan," tambah Himam.
Dengan cara ini, ia dapat menjaga kinerja akademiknya tanpa mengorbankan pekerjaannya.
Kandi Aulia Sekartami juga menerapkan strategi serupa melalui catatan dan pengingat.
“Saya membuat daftar tugas dan rencana waktu. Misalnya, jika ada kuliah online, saya meminta izin kepada manajer untuk mengambil sedikit waktu istirahat,” ujarnya.
Pendekatan ini menjadikannya lebih disiplin dalam menjalani kewajibannya, baik di tempat kerja maupun di kelas.
Ferradia Febryana mengandalkan komunikasi yang baik dengan atasan dan dosen.
Baca Juga: Langkah Kecil di Kota Asing: Cerita Mahasiswa Perantau Menemukan Rumah Kedua di Jogja
"Saya selalu memberitahu bos tentang jadwal kuliah yang saling mengganggu, dan jika perlu, saya akan meminta penjadwalan ulang," ujarnya. Hal ini membuat Ferradia Febryana merasa lebih tenang dan tidak terbebani.
Keuntungan dari usaha dan manajemen waktu yang baik tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga menjanjikan dampak positif di masa depan. Muhammad Aliyul Himam Archam merasa lebih siap untuk masuk ke dunia kerja setelah lulus.
"Pengalaman bekerja ini membuat saya lebih percaya diri dan mahir dalam berkomunikasi dengan orang lain. Itu sangat penting bagi jurusan saya," ujarnya.
Kandi Aulia Sekartami menambahkan, "Keterampilan yang saya pelajari di tempat kerja tidak hanya relevan untuk karir saya, tetapi juga membantu saya dalam menyelesaikan tugas kuliah."
Dari pengalaman ini, ia merasa bahwa bekerja sambil kuliah adalah bentuk investasi diri yang positif.
Ferradia Febryana juga merasakan perkembangan dalam diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik
-
Resmi Pimpin Candibinangun, Atik Sunaryati Komitmen Salurkan Gaji dan Hak Pelungguh untuk Warga
-
Cuaca Jogja Dihantam Panas Berkepanjangan, ISPA Meledak 13.677 Kasus, Naik 1.059 dalam Sepekan
-
Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta
-
MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah