- Pedagang menempati Pasar Terban baru sejak 10 Januari 2026, namun menghadapi kendala infrastruktur seperti ketiadaan eskalator dan desain kios yang tidak sesuai.
- Pedagang kuliner lantai atas kesulitan melayani pembeli karena harus sering naik turun tangga tanpa bantuan eskalator yang diinginkan.
- Penjahit mengalami kerugian karena harus membongkar meja permanen di kios baru dengan biaya pribadi agar mesin jahit dapat digunakan.
SuaraJogja.id - Ratusan pedagang dan tukang jahit sudah sepekan terakhir menempati bangunan baru Pasar Terban sejak dioperasikan pada 10 Januari 202 kemarin. Wajah baru pasar yang direvitalisasi tersebut terlihat lebih bersih, lebih tertata, dan tampak modern dibanding bangunan lama yang puluhan tahun menjadi denyut ekonomi warga.
Namun penataan dan infrastruktur dari lapak-lapak yang dibangun nampak ya belum bisa berjalan mulus. Padahal bagi sebagian pedagang, pindah ke Pasar Terban baru bukan sekadar soal ganti tempat namun harus menyesuaikan diri karena perubahan drastis yang harus mereka alami.
Di lantai atas zona kuliner, Ira, seorang pedagang perempuan yang telah berjualan di Pasar Terban sejak 2002 mengaku kesulitan harus naik turun tangga saat melayani pembeli. Meski bersyukur akhirnya menempati tempat yang lebih bersih dan rapi, dia harus kesakitan tiap malam karena kakinya pegal.
"Kalau tempatnya, saya pribadi senang. Bagus. Cuma satu yang saya inginkan, ada eskalator," ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Lapak kulinernya berada di lantai tiga. Sedangkan sebagian pelanggan setianya adalah pedagang ayam yang beraktivitas di lantai bawah. Setiap kali ada pesanan, ia harus turun ke lantai satu, lalu kembali naik.
Ia mengaku sempat membeli troli roda tiga yang diklaim bisa naik tangga dengan harga yang tidak murah. Namun, setelah dicoba, troli itu justru tak bisa dipakai karena tinggi anak tangga pasar.
"Kalau malam kaki saya terasa sakit. Lumayan bolak-baliknya. Pakai troli tapi di sini tangganya terlalu tinggi. Akhirnya enggak kepakai," akunya.
Menurutnya, lift bukan kebutuhan utama. Akses naik turun dengan eskalator saja sudah cukup membantu, terutama bagi pedagang yang harus mengantar pesanan atau membawa barang laiknya Pasar Prawirotaman.
Banyak pedagang yang sudah lanjut usia (lansia). Mereka yang sudah berpuluh tahun berdagang di pasar tersebut menggantungkan nasibnya.
Baca Juga: Kekayaan Bersih Nicolas Maduro Terungkap: Dari Sopir Bus hingga Presiden Kontroversial Venezuela
Apalagi suasana Pasar Terban hingga kini masih lengang. Selain pada penjual daging di lantai bawah, lapak kuliner mengaku pembeli masih sepi dan belum seramai harapan.
Desain lantai 3 yang tertutup seperti Pasar Pathuk tanpa pemandangan luar juga dikhawatirkannya membuat pengunjung malas ke zona kuliner. Padahal bila dibuat lebih terbuka, maka pengunjung bisa menikmati pemandangan Tugu Jogja ataupun Kali Code.
"Kalau tertutup jadi panas dan pengunjung tidak bisa menikmati," paparnya.
Belum lagi ada bau tak sedap dari saluran tengah yang tercium hingga ke area kuliner. Bau tersebut diduga berasal dari zona pedagang unggas di lantai bawah yang naik melalui saluran terbuka di bagian tengah bangunan.
Ia menyebut sudah ada penjelasan dari petugas perawatan pasar. Sumber bau diketahui berasal dari lubang saluran yang akan ditutup menggunakan material transparan.
"Teman-teman kuliner ada yang mengeluh bau. Katanya mau ditutup pakai mika bening. Jadi tetap kelihatan bawahnya, tapi baunya enggak naik," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
-
Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang
-
Kekerasan Seksual dan Bullying Makin Mengkhawatirkan, Belum Semua Kampus di DIY Punya Satgas
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight