- Prambanan Shiva Festival digelar di Yogyakarta dari 17 Januari hingga 15 Februari 2026 untuk memperkuat fungsi spiritual candi.
- Festival ini diawali Shivaratri dan ditutup Mahashivaratri, menegaskan peran Prambanan sebagai pusat ibadah Hindu dan warisan budaya.
- Acara ini bertujuan mempromosikan pariwisata spiritualitas dan menegaskan moderasi beragama sejalan dengan nilai-nilai ajaran Shiwa.
SuaraJogja.id - Candi Prambanan, situs warisan budaya dunia di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini bertransformasi menjadi ruang spiritual yang hidup dengan digelarnya Prambanan Shiva Festival.
Berlangsung dari 17 Januari hingga 15 Februari 2026, festival ini tidak hanya diharapkan meningkatkan daya tarik wisata religi, tetapi juga meneguhkan peran Prambanan sebagai pusat ibadah umat Hindu dan simbol moderasi beragama di Indonesia.
Pada acara pembukaan festival, Sabtu (17/1), Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa secara tegas menyatakan harapannya agar Prambanan Shiva Festival bisa menjadi tonggak penting transformasi Candi Prambanan menjadi ruang spiritual yang hidup.
Penekanan pada pariwisata berbasis spiritualitas ini bukan sekadar tren, melainkan sebuah filosofi yang mendalam.
"Pariwisata berbasis spiritualitas tidak hanya berfokus pada eksplorasi fisik destinasi, tetapi juga pada perenungan diri, keseimbangan batin, serta hubungan yang harmonis dengan lingkungan dan budaya setempat," jelas Ni Luh Puspa diikutip dari ANTARA pada Senin (19/1/2026).
Festival ini diawali dengan perayaan Shivaratri dan akan ditutup dengan upacara Mahashivaratri, dua momen sakral bagi umat Hindu.
Selama Shivaratri, umat Hindu melaksanakan upacara pemujaan kepada Dewa Shiwa yang mencakup momentum perenungan, introspeksi diri, latihan pengendalian diri, serta permohonan pengampunan.
Ini menunjukkan bahwa festival ini lebih dari sekadar tontonan, melainkan sebuah ajakan untuk mendalami nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Ni Luh Puspa menegaskan bahwa perayaan Shivaratri dalam rangkaian Prambanan Shiva Festival ini meneguhkan peran Candi Prambanan sebagai situs warisan budaya dunia sekaligus pusat ibadah umat Hindu di Indonesia.
Baca Juga: Korban Jiwa Kecelakaan Kereta di Prambanan Bertambah, Bayi Meninggal Setelah Dirawat Intensif
Lebih lanjut, pelaksanaan perayaan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang hidup, dirawat, dipahami, dan dihormati.
Candi Prambanan, menurutnya, adalah living heritage yang harus kita jaga bersama. Kesuciannya harus kita rawat sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa.
Aspek moderasi beragama menjadi sorotan penting dalam festival ini.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenaya, menyampaikan bahwa ajaran Shiwa dijadikan sebagai dasar pelaksanaan festival, yang sejalan dengan semangat moderasi beragama.
"Nilai-nilai Shiwa mengajarkan keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Festival ini merayakan kesadaran yang menyatukan manusia, alam, dan Tuhan dalam satu harmoni," ujarnya.
Prambanan Shiva Festival diharapkan dapat menjadi ruang dialog mengenai agama dan budaya, yang berperan penting dalam upaya membangun harmoni sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?