- Keterangan saksi Fajar Utomo dalam sidang memperkuat posisi Sri Purnomo terkait alokasi dana hibah pariwisata.
- Fajar Utomo menegaskan alokasi 30 persen dana hibah tidak dirinci dalam petunjuk teknis kementerian.
- Kebijakan Bupati Sri Purnomo dianggap sebagai diskresi sah karena mengisi kekosongan aturan pusat.
SuaraJogja.id - Pengamat Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Ari Wibowo, menilai keterangan saksi Fajar Utomo dalam persidangan perkara hibah pariwisata justru memperkuat posisi Sri Purnomo.
Menurutnya, keterangan Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata tersebut sangat menentukan dalam menilai ada tidaknya unsur perbuatan melawan hukum sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Ari menjelaskan, Fajar Utomo secara tegas menyampaikan bahwa alokasi 30 persen dana hibah pariwisata tidak diatur secara rinci dalam petunjuk teknis (juknis) Kementerian Pariwisata.
Berbeda dengan alokasi 70 persen yang diatur detail, porsi 30 persen justru diserahkan kepada pemerintah daerah sepanjang digunakan untuk prasarana dan revitalisasi sektor pariwisata, termasuk pengalokasian kepada kelompok masyarakat pariwisata.
"Keterangan Fajar Utomo sangat bermakna untuk menentukan ada tidaknya unsur melawan hukum, karena ia menegaskan bahwa alokasi 30 persen memang tidak dirinci dalam juknis dan diserahkan kepada daerah," ujar Ari Wibowo, Selasa (20/1/2025).
Menurut Ari, posisi Fajar Utomo tidak bisa dipandang sebagai keterangan biasa. Sebab, Fajar terlibat langsung dalam perumusan kebijakan hibah pariwisata di tingkat kementerian. Dengan demikian, ia memiliki otoritas menjelaskan maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut.
Ari mempertanyakan dasar dakwaan JPU yang menyatakan bahwa Pasal 6 ayat (3) Peraturan Bupati Sleman Nomor 49 Tahun 2020 bertentangan dengan juknis hibah pariwisata. Ia menilai, klaim tersebut sulit dipertahankan ketika pejabat yang terlibat langsung dalam penyusunan juknis justru menyatakan tidak ada pertentangan.
“Bagaimana mungkin dikatakan bertentangan, sementara pejabat yang terlibat langsung dalam penyusunan juknis menyatakan kebijakan tersebut sejalan dan tidak melanggar ketentuan kementerian,” kata Ari.
Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa kebijakan Sri Purnomo sebagai Bupati Sleman yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2020 merupakan bentuk diskresi yang sah.
Baca Juga: Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Raudi Akmal Disebut Sebagai Pemberi Perintah
Diskresi tersebut muncul karena aturan di tingkat pusat tidak mengatur secara lengkap dan jelas terkait pemanfaatan alokasi 30 persen dana hibah.
Dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, diskresi dibenarkan sepanjang dilakukan untuk mengisi kekosongan atau ketidakjelasan norma dan didasari itikad baik. Oleh karena itu, Ari menilai kebijakan tersebut tidak dapat serta-merta dipidanakan.
“Diskresi yang diambil kepala daerah untuk memperjelas dan melengkapi aturan tidak bisa dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sepanjang didasari itikad baik. Pemidanaan atas penggunaan diskresi justru berbahaya bagi penyelenggaraan pemerintahan,” tegasnya.
Ari mengingatkan, jika diskresi pejabat publik dengan itikad baik tetap dikriminalisasi, maka dampaknya akan luas.
Pelayanan publik akan terhambat, inovasi terhenti, dan pejabat publik akan bekerja dalam ketakutan karena khawatir dipidana saat mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi