- Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju di bawah Presiden Prabowo Subianto menguat, dikabarkan melibatkan tujuh menteri.
- Pakar politik Zuly Qodir menekankan reshuffle harus berbasis kinerja nyata, bukan kedekatan politik atau relasi keluarga.
- Reshuffle idealnya memperbaiki kementerian bermasalah agar kabinet solid, menghindari persepsi hanya langkah kosmetik atau nepotisme.
Zuly menambahkan, penguatan sektor energi dan lingkungan saat ini sangat dibutuhkan. Menurutnya, kementerian di sektor ini harus diisi figur yang memiliki visi jelas terhadap pengembangan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Energi itu sektor krusial. Kita sedang menuju green energy. Kalau pejabatnya tidak punya visi ke sana, kritik akan terus muncul dan masalah lingkungan tidak akan selesai," ungkapnya.
Karenanya, lanjut Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY itu, reshuffle seharusnya menjadi langkah korektif dan sekadar pembagian kursi kekuasaan. Presiden perlu menunjukkan bahwa kabinetnya benar-benar diisi oleh orang-orang yang kompeten dan mampu bekerja untuk kepentingan publik atau sebaliknya.
"Publik menunggu sinyal kuat. Apakah reshuffle ini benar-benar membawa perbaikan, atau hanya pergantian nama tanpa perubahan kinerja," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!