Budi Arista Romadhoni
Kamis, 05 Februari 2026 | 14:52 WIB
Wahyu Aji Ramadan saat bekerja jadi ojol makanan sembari kuliah. (Dok. pribadi)
Baca 10 detik
  • Wahyu Aji Ramadan, lulusan hukum UGM 2024, harus bekerja sebagai ojek online sejak 2021 karena kesulitan biaya kuliah.
  • Aji aktif mencari pengalaman tambahan di kampus dan magang, meraih berbagai prestasi akademik dan non-akademik signifikan.
  • Berbekal pengalaman tersebut, Aji berhasil menjadi peneliti hukum nasional di Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).

Berkat pengalaman itu, sejumlah prestasi akademik dan non akademik diraihnya. Sebut saja Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Airlangga Law Competition 2023, Juara 1 Kompetisi Artikel Ilmiah Constitutional Law Fair Universitas Brawijaya 2022, serta Juara 2 Legislative Drafting Competition Universitas Indonesia 2022. 

Dia juga terus aktif di lembaga riset hukum, termasuk kajian perubahan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji dan pengelolaan basis data kasus hukuman mati di Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).

"Selain ojol, saya Saya juga ikut proyek penelitian bersama dosen Fakultas Hukum UGM. Pengalaman ini tidak sia-sia karena akhirnya bisa lulus cumlaude dengan IPK 3.55," paparnya.

Pengalaman itu menjadi bekal penting bagi Aji hingga akhirnya kini bekerja sebagai peneliti ICJR, Jakarta. Baginya, pengalaman menjadi ojol justru menjadi titik balik dalam memetakan masa depannya.

Sampai saat ini pun Aji tak melupakan masa-masa sulit yang pernah dijalaninya. Seluruh proses tersebut mengajarkan ketangguhan dan kemampuan untuk beradaptasi dalam bekerja sebagai peneliti.

"Kalau tidak pernah mencoba jadi ojol, mungkin saya tidak akan terpikir untuk ikut lomba, mencari pengalaman penelitian, atau meng-upgrade diri," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More