- Pemkot Yogyakarta menargetkan peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara dengan meniru strategi NTB.
- Strategi utama meliputi promosi aktif dengan mengundang langsung *influencer* dan media asing saat musim sepi.
- Diperlukan penambahan rute penerbangan internasional langsung ke Yogyakarta International Airport (YIA) untuk mendongkrak aksesibilitas.
SuaraJogja.id - Meski menyandang status sebagai kota budaya dan salah satu destinasi unggulan di Pulau Jawa, Kota Yogyakarta tetap terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada. Termasuk dengan upaya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) secara langsung.
Pemerintah Kota Yogyakarta pun kini mulai melirik strategi yang diterapkan Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok, sebagai role model dalam mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Pasalnya meski Kota Yogyakarta memiliki destinasi wisata kelas dunia, jumlah kunjungan turis asing dinilai belum sebanding dengan potensinya.
Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Sinarbiyat Nurjanat, menyoroti ketimpangan ini sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Menurutnya, sudah saatnya Yogyakarta mengadopsi langkah agresif yang terbukti sukses dilakukan oleh NTB
Padahal, secara infrastruktur dan daya tarik, Kota Gudeg sudah sangat mumpuni.
"Bagaimana kita memulai untuk menyasar wisatawan mancanegara? Kita tahu wisatawan mancanegara di Jogja masih kecil persentasenya, padahal destinasi wisata kita sudah mampu," kata Sinarbiyat, Senin (9/2/2026).
Salah satu taktik konkret dari Lombok yang siap diduplikasi di Kota Yogyakarta adalah metode promosi jemput bola. Alih-alih promosi pasif, strategi yang disarankan adalah mendatangkan langsung influencer dan media massa dari negara target pasar pada saat low season.
"Yang pertama [bisa diduplikasi] yakni mendatangkan influencer beberapa negara yang menjadi sasaran kita untuk wisatawan," tandasnya.
Langkah ini dinilai efektif sebab setiap negara memiliki karakteristik media sosial yang unik. Misalnya, pendekatan untuk pasar Korea tentu berbeda dengan pasar Eropa.
Baca Juga: Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Sinarbiyat menilai taktik ini sangat relevan untuk diaplikasikan di DIY. Ia mendorong adanya kolaborasi antara media asing yang diundang dengan media lokal di Yogyakarta untuk memperluas gaung promosi.
"Bisa juga mendatangkan media [negara lain] yang harapannya bisa kerja sama dengan media lokal di Jogja," ujarnya.
Selain itu, kata dia penambahan penerbangan internasional langsung atau direct flight ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi kebutuhan strategis. Tujuannya untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Kota Jogja.
Menurut Sinarbiyat, keberadaan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) bisa lebih dioptimalkan lagi sebagai pintu masuk utama bagi para turis asing.
Pasalnya dari segi fasilitas dan sarana prasarana, bandar udara yang terletak di Kabupaten Kulon Progo itu sudah sangat memadai. Apalagi jika dilihat dari sisi kapasitas maupun standar pelayanan yang diberikan.
"Saat ini penerbangan internasional langsung ke Jogja baru Kuala Lumpur dan Singapura, itu pun sudah sejak 2009-2010 dan belum ada penambahan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
-
Tiga Petani Sleman Tersambar Petir saat Berteduh di Gubuk Tengah Sawah, Dua Orang Meninggal Dunia
-
Gara-gara Ikan di Pemancingan, Warga Gunungkidul Saling Lapor ke Polisi
-
1.155 Pelanggar Terjaring di Bantul: Ini 3 Pelanggaran Paling Dominan
-
Wings Air Kembali Buka Lagi Rute Jogja-Bandung, Cek Jadwal Lengkapnya