- Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) ke-22 akan dibuka pada 18 Maret 2026, melibatkan sekitar 360 pedagang.
- Pengelolaan pasar memprioritaskan warga sekitar dengan 60% pedagang adalah penduduk asli Jogokariyan.
- Untuk antisipasi kerumunan, panitia menyiapkan jalur satu arah dan menyediakan dua ambulans beserta tim medis.
SuaraJogja.id - Masjid Jogokariyan kembali menggelar Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) tahun 2026. Pada tahun ini KRJ tersebut telah memasuki tahun ke-22 sejak pertama kali dimulai pada 2004 silam.
Humas Kampung Ramadan Jogokariyan, Ahmeda Edo, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat sekitar 360-an pedagang yang akan meramaikan pasar sore di sepanjang Jalan Jogokariyan. Jumlah ini cenderung stabil mengingat keterbatasan lahan dan panjang jalan yang tersedia.
"Untuk pasar sore sendiri itu tahun ini ada sekitar 360-an pedagang kalau peningkatan sih nggak ya karena panjang jalannya juga enggak peningkatan ya segitu-gitu aja kayak gitu," kata Edo, saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Pasar sore KRJ memiliki akar sejarah yang kuat sebagai bentuk kepedulian masjid terhadap ekonomi warga. Terkhususnya mereka yang terbiasa berjualan makanan sarapan dan makan siang.
"Nah kemudian untuk memberikan mereka tetap apa berpenghasilan kemudian masjid membuat pasar sore agar mereka yang berjualan itu tetap mempunyai penghasilan. Kemudian terbentuklah pasar sore Kampung Ramadan Jogokariyan," ungkapnya.
Dalam pengelolaannya, pihak masjid memberikan prioritas penuh kepada warga sekitar. Setidaknya ada 60 persen dari total pedagang yang merupakan penduduk asli daerah Jogokariyan.
Kebijakan biaya pendaftaran pun dibuat berbeda antara pelaku usaha mikro dengan perusahaan besar untuk menjaga keberlangsungan acara selama satu bulan penuh.
"Ya harusnya fair juga kan yang UMKM kita gratisin, yang mereka sudah punya brand besar yang punya permodalan besar ya harus ikut support kayak gitu subsidi silang lah," terangnya.
Edo menyampaikan Pasar Sore KRJ akan mulai beroperasi pada 18 Maret 2026 lusa bertepatan dengan hari pertama puasa sesuai ketetapan pimpinan Muhammadiyah.
Baca Juga: Proyek Tol Solo-Yogyakarta Dibuka untuk Jalur Fungsional, Cek Dulu Jadwalnya Sebelum Melintas
Atur Kerumunan, Sediakan Ambulans
Mengingat tingginya antusiasme pengunjung tiap tahun, Edo memprediksi jumlah kunjungan dapat mencapai 5.000 hingga 7.000 orang per hari jika cuaca mendukung.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan kepadatan manusia di area pasar, pihak keamanan telah menyiapkan alur jalan satu arah bagi pejalan kaki.
"Jadi nanti di sepanjang jalan ini dari timur ke barat itu sisi kiri, dari barat ke timur juga sisi kiri sama kayak jalur motor kayak gitu. Itu untuk biar nggak saling tabrak biar crowd-nya juga nggak stuck," paparnya.
Selain alur kunjungan, aspek kesehatan dan keamanan darurat juga menjadi prioritas. Panitia sudah penyiapan dua ruas jalan evakuasi khusus serta penyediaan unit ambulans dan tenaga medis.
Tim medis akan bersiaga penuh setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu Isya untuk memberikan penanganan cepat jika dibutuhkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi