- Persidangan dana hibah pariwisata Sleman 2020 mengungkap penyaluran dana bersifat relatif merata lintas partai politik.
- Saksi dari paslon 02 menyatakan tidak ada laporan penyalahgunaan dana oleh paslon lain saat persidangan.
- Relawan paslon 01 menjelaskan proses pengajuan proposal dana hibah pariwisata melalui Dinas Pariwisata Sleman.
“Jumlah proposal dalam tumpukan tersebut lebih dari sepuluh proposal.”
Setelah pengajuan proposal, Wakhid menyebut pihak pengusul dipanggil oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman untuk mengikuti kegiatan pelatihan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai mekanisme pencairan dana hibah serta tata cara pelaporan pertanggungjawaban.
Dana hibah kemudian ditransfer ke rekening desa wisata yang diwakili oleh ketua dan bendahara. Dalam pelaksanaan kegiatan, dana hibah digunakan untuk pembangunan fasilitas warung kopi di kawasan desa wisata dengan melibatkan masyarakat sekitar secara gotong royong.
Wakhid juga menerangkan bahwa setelah pembangunan selesai, pihak Dinas Pariwisata melakukan kunjungan ke lokasi dan memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan.
Menurutnya, tidak ada teguran dari dinas terkait penggunaan dana hibah tersebut.
Dalam keterangannya di persidangan, Wakhid menegaskan tidak pernah menerima arahan politik dalam rangkaian program dana hibah pariwisata.
“Tidak pernah ada penyampaian, arahan, maupun kewajiban untuk memilih pasangan calon tertentu dalam pelaksanaan dana hibah pariwisata.”
Keterangan kedua saksi tersebut disampaikan dalam sidang perkara dana hibah pariwisata yang digelar di Pengadilan Tipikor Sleman pada 2 Maret 2026.
Baca Juga: Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
Saksi-saksi memberikan penjelasan mengenai proses pengajuan, penyaluran, serta pemanfaatan dana hibah pariwisata, serta menyampaikan pandangan mereka terkait hubungan program hibah dengan dinamika politik pada Pilkada Sleman 2020
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh