- Persidangan dana hibah pariwisata Sleman 2020 mengungkap penyaluran dana bersifat relatif merata lintas partai politik.
- Saksi dari paslon 02 menyatakan tidak ada laporan penyalahgunaan dana oleh paslon lain saat persidangan.
- Relawan paslon 01 menjelaskan proses pengajuan proposal dana hibah pariwisata melalui Dinas Pariwisata Sleman.
SuaraJogja.id - Persidangan perkara dana hibah pariwisata kembali menghadirkan fakta penting terkait pola penyaluran bantuan menjelang Pilkada Sleman 2020.
Dua saksi dari latar belakang politik berbeda sama-sama menegaskan bahwa dana hibah tidak mengalir ke satu kubu saja, melainkan tersebar lintas partai dan wilayah.
Saksi dari tim pemenangan pasangan calon nomor urut 02 (Sri Muslimatun - Amin), Nur Cahyo Probo, menyatakan tidak pernah menerima laporan dari tim relawan dan tim sukses berkaitan dengan penyalahgunaan dana hibah oleh pasangan calon nomor urut 03 (Kustini -Danang Maharsa).
Ia juga menyebut bahwa kader partai pengusung paslon 02 ikut menerima dana hibah tersebut.
“Saksi tidak pernah menerima laporan dari masyarakat yang menyatakan bahwa dana hibah pariwisata diselewengkan oleh pasangan calon nomor urut 03. Kader dari Partai Golkar maupun Partai NasDem juga menerima dana hibah pariwisata, sehingga penyaluran dana hibah pariwisata bersifat relatif merata," ucapnya pada lanjutan sidang Senin (2/3/2025)
Nur Cahyo menambahkan, dalam pembahasan internal tim pemenangan, isu dana hibah tidak menjadi prioritas strategi politik. Menurutnya, perhatian tim lebih difokuskan pada konsolidasi dan penguatan jaringan.
“Dana hibah tidak berpengaruh terhadap kekalahan pasangan calon nomor urut 02.”
Ia juga menegaskan bahwa penerima hibah berasal dari berbagai afiliasi politik, bukan hanya dari satu pasangan calon.
“Penyaluran dana hibah pariwisata berlangsung secara merata kepada konstituen dari berbagai partai politik, baik yang berafiliasi dengan pasangan calon nomor urut 01, 02, maupun 03.”
Baca Juga: Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
Sementara itu, saksi lain, Wakhid Hudoyo yang merupakan relawan calon nomor urut 01 (Danang Wicaksana - Raden Agus) menerangkan proses pengajuan dana hibah dari tingkat desa wisata. Ia menyebut memperoleh informasi awal mengenai program dana hibah pariwisata dari rekan di kalurahan lain dan kemudian menyusun proposal bersama pengurus desa wisata setempat.
Setelah proposal dilengkapi dan ditandatangani pihak terkait, Wakhid menyatakan berkas tersebut diserahkan ke rumah calon wakil bupati dari pasangan calon nomor urut 01.
“Setelah proposal dinyatakan lengkap, saksi menyerahkan proposal tersebut ke kediaman Agus Khalid.”
Wakhid mengaku melihat banyak proposal lain yang dikumpulkan di lokasi tersebut.
“Ketika menyerahkan proposal di rumah Agus Khalid, saksi melihat terdapat beberapa proposal lain yang juga dikumpulkan di tempat tersebut.”
Menurut Wakhid, jumlah proposal yang terkumpul di lokasi tersebut lebih dari sepuluh berkas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
Terkini
-
Sidang Dana Hibah Parwisata Sleman: Saksi Sebut Penyaluran Tak Hanya ke Satu Kubu
-
Melalui KUR Perumahan, BRI Ambil Peran Strategis Sukseskan Program Gentengisasi Nasional
-
Puluhan Jemaah Umrah Bantul dan Solo Tertahan di Jeddah, Kemenhaj DIY Pastikan Situasi Aman
-
Kecelakaan Maut di Kulon Progo, Satu Penumpang Moge Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Polisi
-
Haedar Nashir Kenang Kedekatan dengan Try Sutrisno, Negarawan yang Tak Pernah Pensiun Mengabdi