Budi Arista Romadhoni
Selasa, 03 Maret 2026 | 16:58 WIB
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan tentang jalan rusak di Yogyakarta, Selasa (3/3/2026). [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Pemda DIY tidak mampu rehabilitasi jalan pada 2025–2026 karena keterbatasan fiskal APBD daerah.
  • Saat ini, Pemda DIY hanya fokus pada pemeliharaan rutin seperti tambal sulam jalan akibat anggaran terbatas.
  • Kerusakan jalan diperparah oleh kendaraan berat melebihi kapasitas, Pemda berharap dukungan dana dari pusat.

Namun dengan kondisi fiskal saat ini, Pemda DIY berharap ada dukungan dari pemerintah pusat. Misalnya melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Ini sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

"Kami berharap ada support dari pusat untuk membantu perbaikan jalan daerah. Kalau hanya mengandalkan APBD, memang sangat berat," ujarnya.

Meski belum optimal, Pemda DIY tetap berupaya menjaga agar jalan tetap bisa difungsikan melalui pemeliharaan rutin. Strategi tambal sulam dinilai menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan anggaran.

"Untuk saat ini, yang bisa kita lakukan adalah menjaga agar jalan tetap layak dilalui. Tambal dulu yang berlubang, supaya tidak membahayakan pengguna jalan," imbuhnya.

Sebelumnya Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, mengungkapkan jalan rusak di sejumlah ruas wilayah Yogyakarta mencapai 10 persen. Lubang-lubang muncul di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, hingga perbatasan Purworejo. 

"Kemunculan lubang-lubang pada jalan itu dipengaruhi tingginya intensits hujan beberapa hari terakhir," jelasnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More