- Ahli Hukum Administrasi UGM hadir di PN Yogyakarta (4/3/2026) membahas delegasi kewenangan hibah pariwisata Sleman.
- Pelimpahan kewenangan menyebabkan tanggung jawab hukum administratif beralih kepada penerima delegasi yang bersangkutan.
- Kebijakan hibah dianggap diskresi sah darurat COVID-19 dan peraturan terkait masih berlaku jika belum dicabut.
SuaraJogja.id - Persidangan kasus hibah pariwisata Sleman 2020 kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Rabu (4/3/2026), dengan menghadirkan ahli Hukum Administrasi Negara, Dr. Hendry Julian Noor, S.H., M.Kn., dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.
Dalam keterangannya, Hendry menegaskan bahwa pelimpahan kewenangan dari kepala daerah kepada tim pelaksana menyebabkan tanggung jawab hukum berpindah kepada penerima delegasi.
Dengan kata lain, ketika kewenangan sudah didelegasikan, pertanggungjawaban administratif tidak lagi melekat pada pemberi delegasi.
“Kalau sudah didelegasikan, maka pertanggungjawaban ada pada penerima delegasi,” tegas Hendry.
Ia juga menyatakan bahwa Peraturan Bupati Sleman Nomor 49 Tahun 2020 tetap sah dan berlaku selama tidak dicabut oleh pemerintah atau dibatalkan Mahkamah Agung.
Menurutnya, tidak ada dasar hukum untuk menyatakan peraturan tersebut tidak berlaku hanya karena program telah selesai dilaksanakan.
“Sepanjang tidak dicabut, peraturan itu tetap berlaku demi hukum,” ujarnya.
Terkait kebijakan hibah pariwisata sebagai bagian dari pemulihan dampak COVID-19, Hendry menilai langkah tersebut merupakan diskresi yang sah.
Kebijakan pemerintah dalam situasi darurat pandemi dapat dibenarkan secara hukum selama tidak dilakukan untuk keuntungan pribadi atau penyalahgunaan wewenang.
Baca Juga: Gustavo Tocantins Dipastikan Absen Lawan Persela Lamongan
Ia menegaskan bahwa dugaan penyalahgunaan wewenang seharusnya diuji terlebih dahulu melalui mekanisme administrasi pemerintahan, bukan langsung dibawa ke ranah pidana.
Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan dan asas het vermoeden van rechtmatigheid, yaitu setiap keputusan pejabat dianggap sah sampai terbukti sebaliknya.
Jika kementerian terkait telah menerima laporan pelaksanaan tanpa memberikan catatan atau teguran, maka secara administrative program tersebut dianggap tidak bermasalah.
“Kalau tidak ada catatan dari kementerian, berarti secara administratif kebijakan itu tidak dipersoalkan,” jelas Hendry.
Ia juga menegaskan bahwa hukum pidana merupakan ultimum remedium atau upaya terakhir. Jika Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) menyatakan tidak ada kerugian negara atau hanya terdapat kesalahan administratif, maka proses pidana seharusnya tidak dilanjutkan.
Menurut Hendry, selama tidak ditemukan unsur penyalahgunaan wewenang, pencampuradukan wewenang, atau Tindakan sewenang-wenang, maka persoalan hibah pariwisata Sleman berada dalam ranah administrasi, bukan tindak pidana korupsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan