- Ruas Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen telah tersambung secara fisik di Junction Sleman melalui pemasangan girder jembatan.
- Pihak pengembang kini fokus menyelesaikan pemadatan tanah, pengecoran jalan, serta pembangunan infrastruktur gerbang dan plaza tol.
- Konstruksi di area Ring Road Barat segera dilanjutkan pada malam hari dengan penerapan rekayasa lalu lintas khusus.
SuaraJogja.id - Proyek strategis nasional jalan tol di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatatkan progres signifikan. Dua ruas besar, yakni Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen, kini telah tersambung secara fisik di area Junction Sleman, Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman.
Kepastian ini ditandai dengan selesainya pemasangan girder atau balok jembatan di atas Jalan Sidomoyo yang menjadi penghubung kedua ruas tersebut.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyatakan bahwa secara konstruksi, titik pertemuan di Sidomoyo itu sudah rampung sebelum memasuki masa libur Lebaran lalu.
"Jadi secara fisik itu sebenarnya sudah tersambung ini, Jogja-Bawen sama Jogja-Solo, karena di Sidomoyo itu erection girder-nya sudah terlaksana, sudah terpasang," kata Agung, Rabu (1/4/2026).
Saat ini, fokus pekerjaan di lokasi tersebut tinggal menyisakan tahap penyelesaian akhir. Penyelesaian yang dimaksud meliputi berbagai aspek teknis untuk memperkokoh lintasan utama.
Agung merinci bahwa tim di lapangan kini sedang mengerjakan pemadatan timbunan tanah hingga proses pengecoran jalan atau rigid pavement.
"Mulai dari pemadatan timbunan dulu, kemudian rigid, setelah itu pembatas-pembatas, kemudian baru nanti ada pengaspalan kalau perlu ya ada," ujarnya.
Selain koneksi di area Jalan Sidomoyo, pihak pengembang turut mulai kembali aktivitas konstruksi di area Ring Road Barat, tepatnya di simpang Kronggahan. Pengerjaan dimulai lagi usai libur saat masa angkutan mudik Lebaran kemarin.
Agenda utama dalam waktu dekat adalah meneruskan pemasangan girder di tengah ring road tersebut, dimulai dari sisi barat perempatan menuju ke arah dalam.
Baca Juga: Titik Terang Relokasi SDN Nglarang yang Terdampak Tol Jogja-Solo
"Jadi minggu depan lah mungkin sudah mulai lagi. Nanti kita info lagi untuk rekayasa lalu lintas karena kan ada penutupan," tuturnya.
Mengingat pengerjaan dilakukan di jalur padat logistik dan kendaraan pribadi, Agung menuturkan bahwa seluruh aktivitas berisiko tinggi akan dilakukan pada malam hari.
"Malam pasti, nanti mesti di atas jam 22.00 WIB. Karena kita kan nanti kita bikin contraflow kan. Jadi dari Ring Road itu, Kronggahan ke barat itu nanti satu jalur kita gunakan," ungkapnya.
Lebih lanjut, pengerjaan di area dalam atau jalur utama tol juga terus dikebut. Terutama untuk lahan-lahan yang sudah dibebaskan sepenuhnya.
Pembangunan infrastruktur pendukung seperti pembatas jalan (parapet) serta persiapan pembangunan gerbang tol dan plaza tol.
"Kemudian juga ramp on sama ramp off kita genjot ya, nanti untuk segera dibangun plazanya, termasuk gerbangnya. Ini kita mulai segera mulai ke sana," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru