Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 08 April 2026 | 16:02 WIB
Sejumlah pedagang UMKM yang hadir dalam pameran 'Jogja Food & Beverage Expo' di JEC, Rabu (8/4/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Pameran Jogja Food & Beverage Expo 2026 resmi dibuka pada 8-11 April 2026 di Jogja Expo Center Yogyakarta.
  • Lonjakan harga plastik hingga 100 persen akibat gangguan pasokan global memaksa pelaku industri mencari alternatif kemasan baru.
  • Pemerintah dan GAPMMI mendukung pameran ini guna memperkuat inovasi UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah setempat.

Melalui kolaborasi antara inovasi teknologi dan promosi yang efektif, pemerintah berharap produk lokal Yogyakarta mampu bertahan di tengah dinamika industri. Fokus utama saat ini adalah memastikan UMKM tetap kompetitif dengan memanfaatkan peluang pasar yang ada di dalam pameran tersebut.

"Dengan inovasi, peningkatan kualitas, serta pemanfaatan teknologi digital, saya yakin produk-produk lokal Yogyakarta mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus menembus pasar global," tandasnya.

Sementara itu CEO Krista Exhibitions Group, Daud D Salim, menambahkan bahwa pameran yang digelar pada 8-11 April 2026 inj melibatkan lebih dari 110 peserta dengan target membangun ekosistem manufaktur yang terintegrasi. 

Termasuk ada pula 30 UMKM, yang terlibat dalam rangkaian program unggulan yang dirancang untuk menginspirasi serta memperkuat ekosistem industri F&B.

"Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan para pelaku industri untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bertumbuh," kata Daud D. Salim.

Load More