Budi Arista Romadhoni
Kamis, 09 April 2026 | 17:10 WIB
YIA yang akan jadi embarkasi haji 2026 pada 21 Mei 2026 mendatang. [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menyiapkan tiga skenario mitigasi perjalanan bagi 3.748 jemaah haji asal DIY dan Kedu menghadapi konflik Timur Tengah.
  • Presiden Prabowo Subianto meringankan beban biaya jemaah dengan menanggung kenaikan harga avtur melalui APBN agar keberangkatan tetap terlaksana.
  • Persiapan haji telah mencapai 99 persen dengan keberangkatan perdana dari Yogyakarta International Airport dijadwalkan pada 21 Mei 2026 mendatang.

Sebanyak 10 kloter akan diisi penuh oleh jemaah asal DIY. Sedangkan satu kloter lainnya merupakan gabungan antara jemaah DIY dan wilayah Kedu.

"Sepuluh kloter penuh dari DIY, kemudian satu kloter gabungan dengan jemaah dari Kedu," ungkapnya.

Jauhar menambahkan, proses pemberangkatan jemaah haji dimulai dari mulai masuk asrama haji pada 21 Mei 2026 mendatang. Setelah menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan administrasi, mereka akan diberangkatkan menuju Arab Saudi pada malam harinya melalui YIA sekitar pukul 23.40 WIB.

"Jemaah masuk asrama pagi hari, kemudian malamnya langsung diberangkatkan," paparnya.

Untuk mempermudah layanan, penyelenggaraan haji tahun ini juga ditandai dengan penerapan digitalisasi layanan yang lebih luas. Seluruh visa jemaah haji DIY telah selesai diproses sebelum keberangkatan.

Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika masih ada jemaah yang visanya belum selesai saat masuk asrama. Selain itu, kartu identitas elektronik haji atau kartu Nusuk Haji juga akan dibagikan kepada jemaah sebelum berangkat.

Pada tahun-tahun sebelumnya kartu tersebut sering baru diterima jemaah setelah tiba di Arab Saudi. Akibatnya sempat menimbulkan berbagai kendala dalam aktivitas jemaah.

"Sekarang kartu Nusuk sudah dibagikan saat di embarkasi sebelum jemaah berangkat. Ini tentu akan memudahkan jemaah ketika sudah tiba di sana," ungkapnya.

Meski persiapan hampir sepenuhnya selesai, Jauhar mengingatkan para calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Saat masuk asrama haji, seluruh jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir. 

Baca Juga: Sebanyak 3 Jemaah Haji Asal DIY Meninggal Dunia saat Berada di Tanah Suci

Hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah jemaah dinyatakan layak terbang atau harus menunda keberangkatan. Bila lolos pemeriksaan kesehatan, maka jemaah diberangkatkan. 

"Tetapi kalau tidak memenuhi syarat, bisa saja keberangkatannya ditunda," paparnya.

Sementara salah seorang petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) asal DIY, Ardi Wahdan mengungkapkan persiapan dia dan petugas haji lainnya sudah 90 persen. Visa maupun Surat Keputusan (SK) Kemenhaj serta surat perintah juga sudah terbit. 

Ardi mengaku sampai saat ini tidak ada kendala dokumen. Termasuk untuk kesehatan karena sejak jauh hari petugas sudah melakukan Medical Check Up (MCU) serta vaksin miningitis.

"Tinggal menunggu pemantapan akhir pada H-1 keberangktan di embarkasi plus pembagian kartu nusuknya," jelasnya.

Ardi bersyukur kebijakan pemerintah tidak membebankan kenaikan avtur pada jemaah haji. Sehingga dia dan jemaah haji bisa berangkat sesuai rencana.

Load More