- Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal berdasarkan kondisi ekonomi mahasiswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
- Mahasiswa jalur mandiri perlu menyiapkan total biaya pendidikan mencapai Rp170 juta termasuk iuran pengembangan dan berbagai biaya tambahan.
- Program kelas internasional di FEB UGM memiliki estimasi biaya pendidikan jauh lebih tinggi hingga mencapai Rp280 juta selama studi.
5. Biaya Tambahan Tidak Bisa Diabaikan
Selain UKT dan IPI, mahasiswa juga perlu menyiapkan biaya lain seperti buku, perlengkapan kuliah, kegiatan KKN, hingga wisuda. Biaya ini sering dianggap sepele, padahal cukup signifikan.
Dalam 4 tahun, estimasi biaya tambahan ini bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta.
6. Total Biaya Reguler Bisa Capai Rp170 Juta
Jika dijumlahkan, total biaya kuliah FEB UGM jalur mandiri (UKT tertinggi + IPI + biaya tambahan) bisa mencapai:
Rp120 juta (UKT) + Rp30 juta (IPI) + Rp15 juta (lain-lain) = sekitar Rp165 juta hingga Rp170 juta.
Angka ini tentu bukan jumlah kecil, bahkan bisa dibilang setara dengan harga aset tertentu.
7. Setara Harga Toyota Avanza Baru
Menariknya, jika dibandingkan dengan harga kendaraan, total biaya kuliah tersebut mendekati harga satu unit mobil keluarga baru.
Baca Juga: Kecam Teror Terhadap Ketua BEM UGM, KIKA: Serangan Nyata pada Kebebasan Akademik
Untuk tahun 2026, estimasi harga Toyota Avanza terbaru berada di kisaran Rp240 juta hingga Rp280 juta, tergantung tipe seperti 1.3 E M/T hingga 1.5 G CVT.
Artinya, biaya kuliah reguler FEB UGM selama 4 tahun memang belum menyamai harga penuh mobil tersebut, namun sudah mendekati setengahnya. Sementara itu, untuk jalur IUP yang bisa mencapai Rp250 juta lebih, nilainya bahkan hampir setara dengan satu unit mobil baru.
Jika dilihat sekilas, biaya kuliah di FEB UGM memang terasa fantastis. Membandingkannya dengan harga mobil seperti Toyota Avanza membuat angka tersebut terasa lebih “nyata”.
Namun ada perbedaan mendasar. Mobil adalah aset yang nilainya terus menyusut seiring waktu. Sementara pendidikan adalah investasi jangka panjang yang berpotensi memberikan imbal hasil berupa karier, jaringan, dan peningkatan kualitas hidup.
UGM sendiri juga menyediakan berbagai skema keringanan seperti UKT bersubsidi hingga beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Ini membuka peluang bagi lebih banyak calon mahasiswa untuk tetap mengenyam pendidikan berkualitas tanpa harus terbebani biaya tinggi.
Pada akhirnya, keputusan kembali pada masing-masing individu dan keluarga. Namun satu hal yang pasti, kuliah di FEB UGM bukan sekadar pengeluaran besar, melainkan investasi serius untuk masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan