- Pemda DIY memastikan enam kasus Hantavirus tahun 2025 telah sembuh dan belum ada kasus baru di 2026.
- Masyarakat diimbau tetap tenang, menjaga kebersihan, serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penularan penyakit zoonosis tersebut.
- Dinas Kesehatan DIY memperkuat sistem surveilans dan edukasi guna mengantisipasi potensi munculnya kasus baru di wilayah tersebut.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui udara yang terkontaminasi partikel kotoran tikus. Selain itu melalui kontak dengan air atau tanah yang telah tercemar virus tersebut.
"Kasus yang ditemukan merupakan bagian dari sistem kewaspadaan melalui surveilans laboratorium. Pemeriksaan dilakukan pada sampel pasien yang datang ke rumah sakit dan diuji dengan beberapa parameter," ungkapnya.
Walaupun situasi masih terkendali, lanjutya, Anung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus dan menggunakan alas kaki saat beraktivitas di area lembap serta mencuci tangan dengan sabun setelah bekerja di gudang atau kebun.
Masyarakat juga diminta menutup makanan dan sumber air agar tidak tercemar. Selain itu memastikan luka terbuka selalu ditutup dengan perban kedap air sebelum melakukan aktivitas di area berisiko.
"Jika terjadi kontak dengan kotoran hewan pengerat, masyarakat juga diimbau segera membersihkan luka menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencegah infeksi," tandasnya.
Dinas Kesehatan, menurut Anung juga melakukan berbagai langkah pencegahan bersama pemerintah kabupaten/kota. Upaya tersebut meliputi surveilans aktif, pelacakan kasus di sekitar domisili penderita, serta surveilans sentinel rutin sebagai sistem kewaspadaan.
Pengendalian vektor juga dilakukan melalui pemasangan perangkap tikus untuk pengujian laboratorium. Hal itu untuk mengidentifikasi jenis virus yang mungkin terdapat pada populasi tikus lokal.
Edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui puskesmas dan kader kesehatan mengenai pentingnya sanitasi lingkungan serta pengendalian tikus di lingkungan permukiman.
Dinas Kesehatan DIY juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memantau perkembangan situasi. Dengan demikian langkah pencegahan tetap berjalan optimal.
Baca Juga: Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
"Penanganan ini juga dilakukan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan serta lingkungan dalam pendekatan One Health," jelasnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku