- Sekitar 500 pengemudi ojek online Yogyakarta melakukan konvoi solidaritas untuk mendukung Nadiem Makarim pada Selasa, 2 Juni 2026.
- Aksi di berbagai titik pusat kota tersebut dilakukan secara mandiri melalui iuran sukarela para mitra pengemudi.
- Para pengemudi memberikan dukungan moral karena merasa terbantu secara ekonomi oleh kehadiran platform Gojek bagi keluarga.
SuaraJogja.id - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Driver Gojek Yogyakarta turun ke jalan pada Selasa (2/6/2026).
Alih-alih memprotes kebijakan tarif maupun menyuarakan tuntutan kesejahteraan seperti aksi-aksi sebelumnya, mereka justru menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan kepada pendiri Gojek, Nadiem Makarim, yang saat ini tengah menghadapi sejumlah persoalan hukum.
Sekitar 500 pengemudi tersebut melakukan konvoi di sejumlah titik. Diantaranya kawasan Kridosono, Kejaksaan Tinggi DIY, Tugu Jogja, Malioboro hingga di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.
Berpanas-panas, pengemudi membawa berbagai poster dan spanduk berisi dukungan moral. Bagi mereka, aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi.
"Aksi iniungkapan rasa terima kasih kepada Pak Nadiem yang sudah membuka jalan kehidupan baru bagi banyak orang," ujar Ketua Koordinator Lapangan Aksi Driver Gojek Yogyakarta, Tri Wibiono atau yang akrab disapa Monel disela aksi.
Monel mengaku, kegiatan digelar secara mandiri oleh para pengemudi tanpa dukungan pendanaan dari pihak lain. Biaya pelaksanaan aksi berasal dari iuran sukarela para pengemudi yang nominalnya relatif kecil, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per orang.
Namun dari sumbangan sederhana tersebut, mereka berhasil menyelenggarakan aksi yang melibatkan ratusan peserta.
"Aksi ini kita biayai sendiri, berdiri di atas kaki teman-teman driver. Ini adalah aksi solidaritas untuk mendukung Pak Nadiem, ibarat kacang tidak lupa kulitnya," tandasnya.
Bagi Monel dan rekan-rekannya, kehadiran Gojek bukan hanya menghadirkan aplikasi transportasi digital. Platform tersebut dinilai telah menjadi pintu masuk bagi banyak masyarakat untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan formal.
Baca Juga: Nasib Maxride di Yogyakarta di Ujung Tanduk: Izin Tak Jelas, Terancam Dilarang
Ia menceritakan sebagian besar pengemudi yang kini menggantungkan hidup dari layanan transportasi daring pernah berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Ada yang menganggur, bekerja serabutan, hingga kesulitan memperoleh pekerjaan tetap.
Karena itu muncul perasaan kedekatan emosional antara para mitra pengemudi dengan sosok pendiri perusahaan. Mereka menilai keberadaan Gojek telah memberikan kesempatan untuk bekerja secara mandiri dan memperoleh penghasilan yang mampu menopang kebutuhan keluarga.
"Sebelum ada Gojek, kami hanya pengangguran, namun saat ini kami bisa memiliki mata pencaharian yang sangat bermartabat," ujarnya.
Menurutnya, dukungan yang mereka berikan bukan semata-mata karena hubungan bisnis antara perusahaan dan mitra pengemudi. Lebih dari itu, mereka melihat Gojek sebagai bagian dari perjalanan hidup yang telah membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Meski demikian, Monel enggan menjelaskan secara rinci mengenai tuntutan maupun substansi persoalan hukum yang sedang dihadapi Nadiem. Alih-alih membahas aspek hukum, aksi itu sebagai pesan masih banyak mitra pengemudi yang memberikan dukungan moral kepada pendiri Gojek.
"Kami hanya ingin menunjukkan bahwa banyak driver yang merasa terbantu dan merasakan manfaat dari kehadiran Gojek. Itu yang ingin kami sampaikan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib
-
Purna Tugas sebagai Rektor UII, Fathul Wahid Ditetapkan sebagai Rektor Rakyat
-
Lurah Aktif Condongcatur Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi