- Kadin Sleman mendukung reaktivasi Bandara Adisutjipto untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kemudahan akses transportasi bagi pelaku usaha.
- Pemerintah pusat diharapkan mensinergikan pembagian peran operasional antara Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta International Airport agar saling melengkapi.
- Reaktivasi bandara harus memberikan dampak ekonomi nyata dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal serta melibatkan UMKM dalam rantai pasok.
SuaraJogja.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman mendukung pengaktifan kembali penerbangan sipil komersial di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Hal itu dinilai akan menjadi katalis percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Sleman.
Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menegaskan bahwa reaktivasi Bandara Adisutjipto merupakan kabar baik bagi dunia usaha dan masyarakat Sleman.
Lokasi bandara yang berada di wilayah Kabupaten Sleman serta didukung akses strategis yang dekat dengan Exit Tol Kalasan diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan.
Menurut Yudi, keberadaan kembali penerbangan sipil di Bandara Adisutjipto akan menciptakan efek berantai bagi berbagai sektor usaha.
"Ini kabar baik untuk denyut ekonomi di Kabupaten Sleman dengan Adisutjipto aktif lagi, UMKM Sleman mulai dari pelaku kuliner Kaliurang, pengelola hotel dan penginapan, sampai petani salak pondoh serta industri kreatif lainnya akan mendapatkan akses pasar yang lebih cepat dan biaya logistik yang lebih murah," kata Yudi, Rabu (3/6/2026).
Meski memberikan dukungan penuh, Kadin Sleman menitipkan tiga pesan penting kepada pemerintah pusat agar reaktivasi bandara benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pertama, pemerintah diminta memastikan adanya sinergi antara Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Menurut Yudi, kedua bandara harus memiliki pembagian peran yang jelas sehingga saling melengkapi, bukan saling bersaing.
"Kami berharap Adisutjipto dapat fokus melayani penerbangan domestik, penerbangan perintis, serta kargo UMKM. Sementara YIA tetap menjadi gerbang penerbangan internasional," ungkapnya.
"Jangan sampai muncul persepsi persaingan antara Sleman dan Kulon Progo karena keduanya sama-sama penting bagi DIY," imbuhnya.
Baca Juga: 20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
Kedua, Kadin Sleman meminta agar masyarakat lokal menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja ketika operasional bandara kembali diperluas.
"Warga sekitar bandara harus mendapatkan manfaat langsung. Kesempatan kerja yang muncul harus memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal," tegasnya.
Ketiga, Kadin Sleman berharap dilibatkan dalam proses kurasi dan pembinaan UMKM agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok resmi bandara.
"Kami siap membantu menyiapkan UMKM terbaik untuk menjadi supplier resmi bandara, mulai dari katering, produk makanan khas, hingga souvenir unggulan Sleman," tambahnya.
Yudi menegaskan bahwa keberhasilan reaktivasi Bandara Adisutjipto tidak hanya diukur dari jumlah penerbangan yang beroperasi. Melainkan sejauh mana manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Intinya, reaktivasi Adisutjipto harus untuk rakyat Sleman, bukan hanya untuk landas pacunya saja," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026