- Ratusan mahasiswa IMM DIY berunjuk rasa di DPRD DIY pada Senin (22/6/2026) mengkritik kebijakan Koperasi Desa Merah Putih.
- Massa mendesak DPRD DIY mengawasi implementasi program nasional agar tidak mengabaikan pembangunan desa serta program prioritas masyarakat lainnya.
- Mahasiswa menuntut audit program Makan Bergizi Gratis serta mendesak pemerintah memperluas partisipasi publik dalam setiap penyusunan kebijakan nasional.
SuaraJogja.id - Aksi unjukrasa kembali dilakukan mahasiswa. Lagi-lagi persoalan Koperasi Desa (kopdes) Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi kritik yang disampaikan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY saat menggeruduk DPRD DIY, Senin (22/6/2026).
"Dari berbagai diskusi dengan kepala desa di Bantul kemarin, muncul kegelisahan karena desa seolah diarahkan untuk berfokus pada program Koperasi Desa Merah Putih," papar Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM DIY, Ahsan Taqwin disela aksi.
Padahal, menurut Ahsan, desa juga memiliki banyak kebutuhan dan program prioritas lain yang harus dijalankan. Namun karena harus fokus pada kopdes, berbagai program prioritas lain di tingkat desa berpotensi terabaikan.
Karenanya dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak DPRD DIY untuk tidak hanya menjadi penonton. Para wakil rakya didesak turut mengawasi implementasi berbagai program nasional yang dijalankan di daerah.
Massa aksi juga meminta seluruh fraksi di DPRD DIY membangun komitmen bersama untuk melakukan evaluasi terhadap program-program pemerintah.
Sebab apabila perhatian pemerintah desa terlalu tersedot pada satu program tertentu, maka dikhawatirkan upaya pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat justru menjadi kurang optimal.
"DPRD harus ikut mengawasi dan mengevaluasi agar implementasinya tidak justru menghambat program-program lain yang lebih dibutuhkan masyarakat," katanya.
Selain menyoroti persoalan di desa, massa aksi juga membawa lima tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya mendesak audit dan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berbagai program dengan alokasi anggaran besar.
Mereka menilai besarnya anggaran yang dialokasikan untuk sejumlah program tersebut berpotensi berdampak pada sektor lain yang juga membutuhkan perhatian, seperti pendidikan, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan sosial.
Baca Juga: Sentilan Sri Sultan HB X di Forum Jawa-Bali: Pusat Hanya Beri Teori Makro, Daerah Harus Mandiri
Mahasiswa juga mendorong reorientasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih berpihak pada pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Menurut mereka, pendidikan merupakan sektor strategis yang telah mendapatkan amanat alokasi sebesar 20 persen dalam APBN.
"Alokasi APBN untuk pendidikan mestinya dijaga agar tetap menjadi prioritas," tandasnya.
Selain isu ekonomi, massa aksi turut menyoroti kondisi demokrasi dan meminta pemerintah memperluas ruang partisipasi publik dalam proses penyusunan kebijakan. Mereka menilai banyak kebijakan yang lahir tanpa melibatkan masyarakat secara memadai sejak tahap perencanaan.
Karena itu, keterlibatan masyarakat sipil dalam perencanaan, implementasi, evaluasi, hingga pengawasan kebijakan dinilai penting. Hal itu dimaksudkan agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
Mahasiswa juga menyerukan penghentian militerisasi ruang sipil dan meminta TNI serta Polri kembali menjalankan fungsi sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!