Budi Arista Romadhoni
Kamis, 18 Juni 2026 | 13:34 WIB
Tangkapan layar medsos UMY Bergerak terkait pengamanan intel di kampus, Rabu (17/6/2026) malam. (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengamankan seorang anggota intelijen kepolisian pada Rabu malam, 17 Juni 2026.
  • Insiden bermula saat intel tersebut memotret mahasiswa di lingkungan kampus pasca aksi demonstrasi di Titik Nol Kilometer.
  • Pimpinan kepolisian telah meminta maaf dan situasi kondusif setelah dilakukan mediasi antara pihak kampus, mahasiswa, dan Polda DIY.

SuaraJogja.id - Media sosial (medsos) ramai video seorang  anggota intelijen kepolisian (intel) yang diamankan ratusan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026) malam. Intel tersebut diamankan karenq masuk ke area kampus dan gerak-geriknya mencurigakan usai aksi demonstrasi mahasiswa di Titik Nol Kilometer mencurigakan.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Zuly Qodir saat dikonfirmasi, Kami (18/6/2026) membenarkan hal itu. Kejadian tersebut terjadi beberapa jam setelah sekitar 470 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UMY Bergerak (AUB) dan elemen mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar aksi bertajuk "Menuju Pembebasan Nasional" di kawasan Titik Nol Kilometer.

Namun setelah massa aksi kembali ke kampus situasi berubah. Mahasiswa sebenarnya telah membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB dan kembali ke kampus dalam keadaan aman.

Menurutnya, sejak awal ia telah mengingatkan mahasiswa agar aksi dilakukan secara damai tanpa tindakan kekerasan maupun penghinaan terhadap pihak mana pun.

"Jumlah berangkat dan pulang harus sama. Tidak boleh ada tindakan kekerasan dan penghinaan kepada siapa pun. Semuanya harus aman dan damai," katanya.

Suasana kampus yang semula kondusif mendadak berubah ketika seorang pria yang kemudian diketahui merupakan anggota intel terlihat berada di area kampus dan memotret mahasiswa.

Keberadaan orang tersebut memunculkan kecurigaan. 

Mahasiswa yang merasa tidak nyaman kemudian mengejarnya. Namun intel tersebut justru melarikan diri dan membuat kecurigaan semakin besar. 

"Namanya juga intel mungkin memata-matai. Dia memfoto mahasiswa, melihat-lihat mahasiswa. Karena lari, malah tambah curiga. Orang sudah banyak di kampus, mahasiswa semua," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Macet di Gerbang Tol Purwomartani, Polda DIY Siagakan Tim Urai dan Pos Pantau

Di tengah kejar-kejaran tersebut, anggota intel tersebut terjatuh dan kemudian diamankan mahasiswa. Untuk mencegah situasi semakin memanas, mahasiswa membawa yang bersangkutan ke ruang rektorat.

Zuly kemudian datang ke lokasi. Saat itu, sekitar 300 mahasiswa telah berkumpul di sekitar rektorat. Meski suasana ramai dan dipenuhi teriakan mahasiswa, ia memastikan tidak terjadi tindakan kekerasan.

Tak lama kemudian, pihak kampus menerima telepon dari jajaran intelijen Polda DIY yang meminta agar anggotanya diamankan.

"Mahasiswa mungkin ada sekitar 300 orang. Ramai sekali, tetapi tidak ada masalah. Saya bilang jangan ada tindakan kekerasan, jangan ada penghinaan dan jangan ada kata-kata kotor. Alhamdulillah semuanya nurut," katanya.

Mahasiswa kemudian meminta anggota intel tersebut memperkenalkan identitasnya, menyebutkan pangkat serta kesatuannya. Anggota tersebut juga diminta menyampaikan permohonan maaf.

Zuly mengungkapkan, ia bahkan meminta pimpinan dari anggota tersebut datang ke kampus. Tidak lama kemudian, pimpinan yang bersangkutan hadir dan turut meminta maaf kepada mahasiswa serta pihak kampus.

Load More