Yohanes Endra | Yulia Rosdiana Putri
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:23 WIB
Arby Vembria selaku founder AVMS Indonesia bersama kuasa hukum dari Candramawa & Co. (Suara.com/Yulia Rosdiana Putri)
Baca 10 detik

- Bermula dari problema internal, AVMS Indonesia menemukan beragam kasus kecideraan hak dan tanggung jawab dalam industri fesyen.

- AVMS Indonesia menggandeng Candramawa & Co. selaku kuasa hukum dalam menyelesaikan permasalahan internal perusahaan sekaligus mempersiapkan wadah advokasi dalam perbaikan ekosistem industri fesyen.

- Bersama Candramawa, Arby Vembria selaku founder AVMS Indonesia siap mendirikan yayasan untuk melindungi para pekerja industri fesyen.

 

"Di Indonesia belum ada. Saya cek, ada-nya di Amerika, 2-3 yayasan," jelas Arby.

Yayasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah advokasi bagi pekerja industri fesyen, namun  dorongan untuk menyusun/mengadakan aturan khusus yang melindungi mereka di masa depan.

Melalui yayasan ini, AVMS berharap bisa membangun ekosistem melindungi hak-hak asasi profesi, edukasi, pendampingan hukum, pengembangan kompetensi, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

AVMS juga membuka ruang kolaborasi dengan praktisi industri, model senior, pelatih model, institusi pendidikan, komunitas kreatif, organisasi profesi, serta berbagai pihak dengan visi yang sama.

Terkait pengelolaan, Arby Vembria Foundation akan didanai lewat sistem membership hingga dana hibah.

Load More