- Bermula dari problema internal, AVMS Indonesia menemukan beragam kasus kecideraan hak dan tanggung jawab dalam industri fesyen.
- AVMS Indonesia menggandeng Candramawa & Co. selaku kuasa hukum dalam menyelesaikan permasalahan internal perusahaan sekaligus mempersiapkan wadah advokasi dalam perbaikan ekosistem industri fesyen.
- Bersama Candramawa, Arby Vembria selaku founder AVMS Indonesia siap mendirikan yayasan untuk melindungi para pekerja industri fesyen.
"Di Indonesia belum ada. Saya cek, ada-nya di Amerika, 2-3 yayasan," jelas Arby.
Yayasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah advokasi bagi pekerja industri fesyen, namun dorongan untuk menyusun/mengadakan aturan khusus yang melindungi mereka di masa depan.
Melalui yayasan ini, AVMS berharap bisa membangun ekosistem melindungi hak-hak asasi profesi, edukasi, pendampingan hukum, pengembangan kompetensi, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
AVMS juga membuka ruang kolaborasi dengan praktisi industri, model senior, pelatih model, institusi pendidikan, komunitas kreatif, organisasi profesi, serta berbagai pihak dengan visi yang sama.
Terkait pengelolaan, Arby Vembria Foundation akan didanai lewat sistem membership hingga dana hibah.
Berita Terkait
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha
-
Hyatt Regency Yogyakarta Gelar Pink Ribbon Run 2025: Acara Lari dan Donasi untuk Penyintas Kanker
-
Astra Gelar Forum Komunikasi Ke-11 Untuk Sekolah Binaan yang Berkomitmen Meningkatkan Pendidikan di Daerah
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu
-
Ospek Bukan Ajang Perpeloncoan, Rektor UNY: Perlakukan Mahasiswa Sebagai Raja-Ratu
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu