- Petugas KA Sancaka menemukan seorang bayi terlantar di toilet kereta eksekutif dalam perjalanan menuju Surabaya pada Sabtu, 4 Juli 2026.
- Bayi tersebut dievakuasi di Stasiun Solo Balapan untuk mendapatkan penanganan medis segera dari dokter dan bidan klinik kesehatan.
- PT KAI berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut pelaku yang meninggalkan bayi tersebut melalui pemeriksaan CCTV dan manifes penumpang.
SuaraJogja.id - Perjalanan pagi KA Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng, Sabtu (4/7/2026) mendadak berubah menjadi situasi darurat. Petugas menemukan seorang bayi terlantar di dalam toilet kereta eksekutif.
"Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 07.20 WIB saat kereta tengah melaju menuju Surabaya. Bayi ditemukan di toilet kereta eksekutif 3 dalam kondisi yang langsung memicu respons cepat petugas kereta," papar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Feni petugas di atas KA segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pusat Pengendalian Pelayanan KAI. Koordinasi darurat kemudian dilakukan dengan Stasiun Solo Balapan sebagai titik evakuasi terdekat.
Hanya sekitar 10 menit setelah ditemukan, tepat pukul 07.30 WIB, bayi tersebut berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada petugas Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah proses evakuasi selesai, KA Sancaka 84B kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya pada pukul 07.33 WIB.
Di Pos Kesehatan Solo Balapan, dokter dan bidan dari Klinik Mediska KAI Solo langsung melakukan observasi terhadap kondisi bayi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi umum bayi dalam keadaan baik.
"Petugas KAI juga segera memenuhi kebutuhan dasar bayi guna memastikan kondisinya tetap stabil selama proses penanganan berlangsung," ungkapnya.
Kasus tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum. KAI Daop 6 Yogyakarta langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menelusuri siapa pihak yang meninggalkan bayi tersebut di dalam kereta.
"Tim KAI kemudian melakukan koordinasi dengan Polsek Banjarsari. Saat ini bayi tersebut sudah dalam penanganan kepolisian dan RS Bhayangkara. KAI Daop 6 Yogyakarta akan mendukung penuh proses yang dibutuhkan dalam penanganannya sesuai prosedur yang berlaku," katanya.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Rama Billiard Mergangsan: Karyawan Sempat Dengar Suara 'Kretek-kretek'
Menurut Feni, koordinasi dan penelusuran bersama pihak kepolisian masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.
Polisi kini melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk kemungkinan memeriksa rekaman CCTV stasiun maupun data manifes penumpang untuk mengungkap siapa yang membawa dan meninggalkan bayi itu di dalam KA Sancaka.
"KAI Daop 6 Yogyakarta akan berkolaborasi dengan pihak berwenang dan membantu dukungan yang dibutuhkan sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Kronologi Kebakaran Rama Billiard Mergangsan: Karyawan Sempat Dengar Suara 'Kretek-kretek'
-
Api Cepat Membesar dan Asap Pekat Kepung Kafe Biliar di Yogyakarta, Sembilan Regu Damkar Dikerahkan
-
Unik! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan untuk Bantu Cegah Gangguan Kecemasan
-
Duh! Penumpang KRL di Jogja Melonjak 30 Persen, Gangguan Listrik Picu Keterlambatan Perjalanan
-
Masih Ada 1,94 Juta Anak Tak Sekolah, Pemerintah Genjot Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin