Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan komentarnya terkait rentetan korupsi di Yogyakarta, Senin (13/7/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan korupsi di Indonesia telah mencapai level darurat karena melibatkan elite dan lembaga negara.
- Haedar mendesak Presiden memimpin langsung pemberantasan korupsi secara terstruktur dan masif guna menghilangkan ego sektoral antar instansi penegak hukum.
- Pernyataan tersebut disampaikan di Yogyakarta pada Senin (13/7/2026) untuk memperkuat supremasi hukum dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
"Pemberantasan korupsi adalah pekerjaan jangka panjang. Tetapi tidak boleh ada perlambatan. Yang harus ada justru akselerasi atau percepatan agar Indonesia benar-benar memiliki pemerintahan yang bersih," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius