- Industri kerajinan Indonesia menghadapi ancaman pembajakan desain dan merek dagang oleh negara lain, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
- Praktik peniruan tersebut menyebabkan pelaku UMKM merugi akibat kehilangan identitas merek serta tingginya biaya proses sengketa hukum internasional.
- Pelaku usaha mendesak pemerintah memberikan subsidi pendaftaran merek dan regulasi kuat untuk melindungi kekayaan intelektual produk kerajinan nasional.
"Kerajinan bukan sekadar produk ekonomi, melainkan bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan budaya," katanya.
Pemda DIY, lanjut Sultan berkomitmen memperkuat posisinya sebagai pusat kerajinan, budaya, dan pariwisata dunia. Karenanya Pemda memberikan kesempatan pada UMKM dan pelaku usaha lain menggelar pameran dan festival di kota ini.
Hal tersebut menjadi bagian dari strategi pemda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Kekayaan batik, ukiran, gerabah, hingga kerajinan perak Yogyakarta harus mampu menjadi pintu masuk kemitraan dagang yang berkelanjutan di pasar internasional.
"Festival internasional seperti ini menjadi jembatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada pasar global sekaligus membuka peluang kemitraan dagang bagi para perajin dan UMKM," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja