Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:42 WIB
Para siswa SD Negeri Pingit menerima MBG selama MPLS. [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai disalurkan di sekolah-sekolah Kota Yogyakarta sejak 13 Juli 2026 bertepatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
  • Penyaluran MBG memberikan akses makanan bergizi bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang sering tidak sarapan sebelum berangkat sekolah.
  • Pihak sekolah berharap kebijakan MBG ke depan lebih memprioritaskan kebutuhan riil siswa di lapangan agar penyalurannya menjadi lebih tepat sasaran.

"Kalau menurut saya memang lebih baik diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," katanya.

Di saat sebagian sekolah menilai program tersebut kurang efektif jika diberikan kepada seluruh siswa, sekolah-sekolah kecil justru merasakan manfaatnya secara nyata. Sebab bagi mereka, persoalannya bukan sekadar apakah semua anak harus mendapat makan gratis atau tidak tapi lebih baik diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan.

"Yang lebih penting adalah memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh asupan bergizi," ungkapnya.

Salah seorang siswa SD N Pingit, Novan mengaku senang saat bisa sarapan dengan MBG. Makanan yang diberikan sekolah sekitar pukul 09.00 WIB bisa membuatnya mengisi perut karena tidak makan pagi di rumah.

Ayahnya yang kerja serabutan dan ibunya yang tidak bekerja membuatnya harus merelakan perutnya keroncongan saat berangkat ke sekolah. Alih-alih uang saku, sudah bisa berangkat sekolah sudah membuat Novan bahagia.

"Akhirnya sekarang bisa sarapan, biasanya tidak pernah di rumah," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More