- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai disalurkan di sekolah-sekolah Kota Yogyakarta sejak 13 Juli 2026 bertepatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
- Penyaluran MBG memberikan akses makanan bergizi bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang sering tidak sarapan sebelum berangkat sekolah.
- Pihak sekolah berharap kebijakan MBG ke depan lebih memprioritaskan kebutuhan riil siswa di lapangan agar penyalurannya menjadi lebih tepat sasaran.
SuaraJogja.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 berakhir pada Jumat (17/7/2026). Bagi sebagian siswa baru, pekan pertama sekolah diisi dengan perkenalan teman, guru, dan ruang kelas.
Namun, bagi beberapa anak di sekolah kecil di Kota Yogyakarta, pekan ini juga menjadi momen pertama kali mereka mencicipi makanan yang selama ini hanya mereka lihat dari cerita atau etalase toko buah. Sejak MPLS dimulai saat tahun ajaran baru, mereka mendapatkan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebut saja di SMP/SMA Gotong Royong Yogyakarta, salah satu sekolah di Kota Yogyakarta yang hanya punya segelitir siswa baru pada tahun ajaran ini. Program MBG yang mulai kembali disalurkan sejak 13 Juli 2026 bertepatan dengan dimulainya MPLS menghadirkan pengalaman baru bagi para siswa.
Di sekolah tersebut, hanya 23 siswa SMP dan 29 siswa SMA yang menerima MBG. Jumlahnya memang kecil, tetapi manfaatnya dirasakan hampir setiap hari.
Kepala SMP Gotong Royong, Ame Lita Br Tarigan Sibero mengatakan siswa baru maupun murid lainnya menerima program tersebut dengan penuh antusias. Bahkan ketika distribusi makanan terlambat, mereka akan bertanya karena sudah menunggu menu yang datang setiap hari.
Yang membuatnya terenyuh bukan hanya karena anak-anak mendapatkan makan siang bergizi. Namun karena ada makanan yang baru pertama kali mereka rasakan.
"Anak-anak bisa menikmati makanan yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan, seperti anggur merah, leci, kelengkeng hingga jeruk sunkist. Mereka juga senang sekali kalau ada menu ayam goreng atau pecel lele," katanya.
Cerita itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi sekolah dengan mayoritas siswa dari keluarga berpenghasilan rendah, seporsi makan siang bisa menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Apalagi anak-anak tersebut jarang sarapan sebelum berangkat sekolah karena keterbatasan ekonomi. Alih-alih jajan, mereka seringkali hanya berdiam diri di kelas saat jam istirahat tiba.
Baca Juga: Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
Sebelum MBG hadir, sekolah bahkan rutin mencari donatur agar setiap Jumat anak-anak tetap mendapat makanan melalui program Jumat Berkah.
"Sekarang ini sudah lumayan tertolong karena dapat MBG secara rutin," jelasnya.
Menurut Lita, kondisi setiap sekolah tidak sama. Karena itu ia berharap kebijakan MBG ke depan bisa mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan alih-alih disamaratakan untuk semua sekolah.
"Kalau sekolah kecil seperti kami seperti kami, manfaatnya sangat terasa. Anak-anak memang membutuhkan, kalau di sekolah yang tidak mau ya tidak perlu daripada mubazir kan," ujarnya.
Harapan serupa datang dari SD Negeri Pingit Kota Yogyakarta. Kepala sekolah, Sri Puji Haryanti, mengatakan seluruh 64 siswa dan 13 guru menerima MBG. Selama hampir satu tahun berjalan, program itu tidak pernah menimbulkan persoalan, bahkan koordinasi dengan dapur SPPG berjalan sangat baik.
Di SD Negeri Pingit, banyak siswa berasal dari keluarga buruh. Tidak sedikit yang berangkat sekolah tanpa sempat sarapan. Karena itu, makanan yang datang setiap pagi benar-benar membantu mereka menjalani proses belajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026