- Ratusan siswa di Yogyakarta membayar biaya tes TOEFL setelah mengikuti sosialisasi ilegal yang mencatut nama Disdikpora DIY.
- Disdikpora DIY menegaskan tidak pernah memberikan izin atau kerja sama resmi kepada lembaga penyelenggara kegiatan tersebut.
- Pihak sekolah telah mengembalikan dana kepada siswa yang terdampak sementara dinas masih melakukan verifikasi data lebih lanjut.
Disdikpora juga meminta sekolah menyampaikan informasi secara terbuka. Dengan demikian persoalan tersebut dapat dipetakan secara utuh.
"Kami telah meminta sekolah-sekolah untuk menyampaikan informasi secara terbuka dan melakukan pendataan apabila terdapat peserta didik atau orang tua yang merasa dirugikan," ujarnya.
Sebelumnya persoalan ini menjadi perhatian publik karena muncul informasi mengenai penggunaan atau penyebutan nama Disdikpora DIY dalam kegiatan tersebut. Padahal Disdikpora DIY tidak pernah memberikan penugasan, rekomendasi, maupun kerja sama resmi kepada lembaga yang dimaksud.
Dengan demikian, apabila dalam kegiatan tersebut terdapat penggunaan nama Disdikpora DIY sebagai bagian dari penyampaian informasi kepada sekolah maupun peserta didik, hal itu disebut dilakukan tanpa izin dari dinas.
"Disdikpora DIY tidak pernah memberikan penugasan, rekomendasi, maupun kerja sama resmi apa pun kepada pihak tersebut," tegas Suci.
Suci menambahkan, Disdikpora DIY tengah menempuh langkah-langkah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait dugaan penggunaan nama dinas tanpa izin tersebut.
Namun Suci tidak ingin mendahului proses hukum maupun menyimpulkan adanya tindak pidana sebelum seluruh fakta dan proses penyelidikan berjalan.
Apabila terdapat pihak yang hendak menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum, Disdikpora DIY menyatakan siap memfasilitasi koordinasi dan menyediakan informasi yang diperlukan sesuai dengan kewenangannya.
"Kami tetap menghormati proses hukum yang berlaku dan tidak ingin mendahului hasil penyelidikan yang sedang berjalan," imbuhnya.
Baca Juga: Mandiri Looping for Life di Road to INACRAFT Festival 2026: Rawat Warisan, Gerakkan Keberlanjutan
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan
-
Perangi Scam dan Judi Online, BRI Dukung Penguatan Ekosistem Keuangan Digital yang Aman
-
Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah
-
Masih Ada Praktik Jual Seragam, Disdikpora DIY Tegaskan Sekolah Negeri Tak Boleh Berbisnis