- Disperindag Sleman meluncurkan GEMPAR di Pasar Kebonagung bertema "Pasar Tradisional Bergeliat, UMKM Kuat".
- Kegiatan melibatkan pemerintah, DPRD, pedagang, UMKM, dan masyarakat, dimeriahkan pentas seni serta talkshow.
- GEMPAR menjadi komitmen memperkuat pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan ekosistem perdagangan lokal.
Hal tersebut menjadi salah satu potensi baru Pasar Kebonagung yang sekarang sedang diproyeksikan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di wilayah Sleman barat.
"Ini menjadi pertimbangan kami bagaimana Pasar Kebonagung kami branding sebagai tempat wisata kuliner. Apalagi mereka kan dekat dengan perbatasan Kulon Progo," lanjutnya lagi.
Untuk mewujudkan branding tersebut, Dwi Wulandari dan jajarannya terus berupaya untuk menerapkan digitalisasi pembayaran di pasar. Namun ini menjadi sebuah tantangan tersendiri mengingat banyak pegadang senior yang masih awam akan pembayaran digital.
"Kita sudah berupaya untuk melakukan transformasi secara digital, tapi memang kami melihat banyak penjualnya sudah sepuh, jadi jika kita bicara digitalisasi maka memang harus ada effort yang luar biasa untuk para pegadang mulai digitalisasi," tutur Dwi Wulandari.
"Karena kenapa? Karena ketika kita sudah mem-branding menjadi wisata kuliner, khususnya untuk anak-anak muda, itu biasanya digitalisasi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Jadi bapak (dan) ibu pakai QRIS atau pembayaran digital," imbuhnya.
Sementara itu, pelaksanaan GEMPAR di Pasar Kebonagung menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Sleman hingga September 2026.
Melalui program ini, Disperindag Kabupaten Sleman terus mendorong terciptanya pasar tradisional yang bersih, nyaman, tertata, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan promosi dan pemanfaatan teknologi digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat