- Dinas Pariwisata Sleman mencatat 188.198 pergerakan wisatawan pasca Lebaran 2026, didominasi dari Jawa Tengah, Timur, dan Barat.
- Kawasan Kaliadem, Candi TWC, dan Kaliurang menjadi tiga destinasi wisata favorit utama di wilayah tersebut.
- Okupansi hotel periode 14-24 Maret 2026 berkisar 40-65 persen, sesuai dengan target kunjungan pemerintah daerah.
SuaraJogja.id - Sektor pariwisata di Kabupaten Sleman, khususnya kawasan lereng Gunung Merapi, masih menunjukkan tren positif meski masa libur Lebaran 2026 telah terlewati. Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat pergerakan wisatawan tetap stabil di beberapa destinasi unggulan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara hingga Selasa, (24/3/2026), tercatat sebanyak 188.198 pergerakan wisatawan telah masuk ke wilayahnya. Pergerakan ini didominasi oleh wisatawan asal Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
"Tiga destinasi favorit wisatawan adalah Kawasan Kaliadem 32,89 persen, Candi yang dikelola PT TWC 31,80 persen dan Kawasan Kaliurang 23,37 persen," kata Kus saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).
Puncak pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman terjadi pada Senin, (23/3/2026) kemarin yakni dengan 59.682 pergerakan.
Sedangkan rerata okupansi hotel pada periode 14-24 Maret 2026 berada di kisaran 40-65 persen. Angka itu sesuai dengan perkiraan Dinas Pariwisata Sleman.
"Kita optimis bahwa kunjungan selama periode libur lebaran 2026 ini masih dalam range target jumlah kunjungan yang telah ditetapkan 300-500 ribu," ujarnya.
Di lapangan, antusiasme wisatawan masih tampak jelas dari tingginya minat sewa kendaraan wisata seperti skuter dan ATV di kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman.
Janu, salah satu pengelola persewaan skuter setempat, menyebutkan bahwa tingkat penyewaan unitnya mengalami lonjakan signifikan sejak beberapa hari setelah Lebaran.
"Seribuan bisa keluar tiap hari," ungkap Janu.
Baca Juga: BRI Mudik Gratis BUMN 2026 dan Posko Lebaran 2026, Ini Layanannya
Janu menjelaskan bahwa lonjakan pengunjung mulai terasa sejak H+3 Lebaran. Meskipun pada hari pertama lebaran operasional sempat diliburkan.
Namun jumlah penyewa langsung melonjak tajam setelahnya dan mencapai puncaknya pada awal pekan ini, selaras dengan data pemerintah daerah.
"Hari-H kita libur, H+1, +2 itu kita landai. H+3 gitu baru melonjak tinggi sampai sekarang. Puncaknya, lonjakannya di kemarin," tambahnya.
Wisatawan yang datang sebagian besar berasal dari luar kota yang sedang menghabiskan masa libur panjang di Yogyakarta. Untuk mengakomodasi permintaan tersebut, pengelola menyediakan puluhan unit kendaraan dengan durasi sewa yang bervariasi untuk mengeksplorasi keindahan alam Kaliurang atas.
"Kita ada 90-an yang skuter ya, kalau ATV ada 30. Rutenya yang 15 menit muternya cuma sekitar sini aja, yang 30 (menit) bebas eksplor Kaliurang," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan